Perubahan selanjutnya adalah asumsi pertumbuhan ekonomi dari 7-8 persen dalam PP KEN sebelumnya, menjadi 6-7 persen. Hal ini menyesuaikan dengan peta jalan Indonesia Emas tahun 2045.
Kemudian, perubahan klausul Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) yang tidak lagi menjadi opsi terakhir, namun menjadi penyeimbang untuk mengisi bauran energi menuju net zero emission.
Sekretaris Jenderal DEN, Djoko Siswanto, menuturkan realisasi bauran EBT dalam energi primer nasional masih 13,09 persen di tahun 2023. Dia menargetkan RPP KEN rampung di tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Menteri ESDM selaku Ketua Harian DEN menargetkan Juni 2024 RPP KEN ini sudah selesai,” ujarnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya





















