Kuwu Cipejeuh Wetan Panggil dan Klarifikasi Rahmat yang Viralkan Sumbangan Pungli untuk Bumdes

- Redaksi

Rabu, 13 Desember 2017 - 19:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Gara-gara status di Medsos Facebook yang viral, salah seorang warga Desa Cipejeuh Wetan bernama Beggy Rahmat dipanggil Kuwu Cipejeuh Wetan untuk mengklarifikasi berita bohong yang disaksikan oleh para Pengurus Bumdes dan Muspika setempat. Hal tersebut karena dirinya mempertanyakan alasan Bumdes meminta sumbangan pada para pedagang di pertigaan Sindanglaut dan sekitarnya.

Saat ditemui seusai klarifikasi Kuwu Cipejeuh Wetan Suprapto mengatakan, jika kegaduhan di dunia maya itu sangat disayangkan. Kita, yang membuat status di Facebook tidak mengklarifikasi terlebih dahulu kepada pihak Bumdes dan Pemerintah Desa tentang sumbangan Rp 2.000. Padahal, itu merupakan hasil kesepakatan para Pedagang yang rapat pada tanggal 5 Desember lalu.

“Kami menginginkan kondusivitas di desa kami, sehingga penyebar FakeNews (berita bohong) yang beredar di medsos cepat kami tindak lanjuti dengan memanggil salah seorang yang membuat status di medsos. Itu dilakukan agar masyarakat kami tetap kondusif. Kami Pemerintah Desa sudah melalui tahapan sesuai peraturan dalam pembentukan BumDes Barokah Jaya,” jelasnya.

Adapun sumbangan dari para pedagang itu, lanjutnya, murni kehendak dari para Pedagang sendiri sebagai PAD dan ada dasar hukumnya yang dituangkan dalam PerDes. Karena selama ini Pemerintah Desa tidak pernah mendapatkan Pendapatan Asli Desa dari para pedagang yang berjualan di Pertigaan Sindanglaut.

“Sumbangan itu untuk dikelola oleh BumDes dalam program simpan pinjam atau penambahan modal bagi para Pedagang itu sendiri,” tuturnya.

Baca Juga :  Wali Kota Bekasi Tekankan Kerja Cerdas dan Cepat Lewat Transformasi ASN Berbasis Digital

Sedangkan menurut Ketua Bumdes Barokah Jaya Desa Cipejeuh Wetan Ujang mengatakan, jika kegaduhan di medsos itu merupakan miss komunikasi antara Bumdes dan sebagian warga yang merasa tidak diundang. Sehingga, menimbulkan pemahaman yang berbeda karena kesepakatan sumbangan Rp 2.000 perhari itu adalah hasil kesepakatan para pedagang dan Bumdes. Kesepakatan itu memiliki program untuk mensejahterakan masyarakat Desa setempat melalui simpan pinjam untuk menambah permodalan para pedagang. Program ini merupakan unit usaha Bumdes Barokah Jaya.

“Proses sudah prosedural dalam pembentukan BumDes sehingga miss komunikasi yang terjadi ini murni karena para pihak yang mempermasalahkan sumbangan ini hanya kecemburuan sosial saja. Pihak ini tidak diundang sehingga tidak paham dalam proses pembentukan BumDes. Sedangkan kami memiliki program untuk kesejahteraan para pedagang melalui unit BumDes dalam bentuk simpan pinjam atau penambahan modal para Pedagang itu sendiri,” terangnya.

Baca Juga :  Pasar Tumpah di Lemahabang akan Ditertibkan Jelang Arus Mudik

Sedangkan menurut warga yang dipanggil pihak Pemerintah Desa, Beggy Rahmat membenarkan jika dirinya diundang oleh Kuwu dan diminta klarifikasi maksud dari status di medsos tersebut. “Saya sudah menandatangani surat pernyataan permintaan maaf kepada Pemerintah Desa yang merugikan nama baik BumDes dan Pemerintah Desa Cipejeuh Wetan. Saya juga telah menghapus status di Facebook tentang pungli premanisme Pengurus BumDes karena murni ini miskomukasi dan ketidak tahuan kami tentang sumbangan itu,” jelasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
BPBD Kabupaten Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan ke NTT
Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat
1.800 Ton Sampah Menumpuk Tiap Hari, Zulhas Ungkap PR Besar Kota Bekasi
BPBD Kabupaten Bekasi Terima Bantuan untuk Korban Gempa NTT dari Desa Karangraharja
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 12:46 WIB

BPBD Kabupaten Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan ke NTT

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga

Berita Terbaru

RSD Gunung Jati Kota Cirebon genap berusia 105 tahun. Wali Kota Effendi Edo mendorong penguatan layanan dan transformasi rumah sakit sebagai rujukan utama Ciayumajakuning.

Cirebon

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 Sep 2026 - 06:44 WIB