RJN, Cirebon, Dua anggota polisi patroli jalan raya (PJR) Ditlantas Polda Jabar terluka ditembak orang tak dikenal (OTK) di Tol Kanci-Pejagan, Jumat (24/8) malam. Kedua korban yang tertembak adalah Aiptu Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana.
Saat ini kedua korban di RSU Mitra Plumbon untuk mendapat perawatan medis. Sementara, polisi masih melakukan penyidikan dan pengejaran terhadap pelaku yang diduga berjumlah tiga OTK.
Berdasarkan data yang dihimpun rakyatjabarnews.com, kronologi kejadian bermula kedua korban melakukan patroli jalur dari arah Jakarta menuju Jawa sekitar pukul 21.00 WIB. Saat di KM 223-400 korban melihat tiga OTK laki-laki sedang duduk di tepi jalan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Melihat ada tiga orang duduk (nongkrong) di tepi jalan tol, kendaraan Ditlantas PJR Polda Jabar yang dikemudikan korban menepi dan berhenti. Aiptu Dodon Kusdianto turun dari kendaraan dan menegur tiga OTK tersebut.
Namun, korban justru mendapat serangan tembakan dari para pelaku yang belum diketahui identitasnya. Aksi penembakan OTK tersebut terjadi sekitar pukul 21.15 WIB. Aiptu Dodon pun mengalami luka tembak di bagian dada serta mulut.
Diduga, tembakan tidak hanya sekali. Pasalnya, tidak hanya Aiptu Dodon, tapi Aiptu Widi juga mengalami luka tembak di bagian dada sebelah kanan dan telapak tangan kiri. Kaca mobil PJR yang dikendarai korban juga terdapat lubang dan retakan besar bekas peluru.
Sebelumnya, seorang anggota Polres Cirebon Kota (Ciko) diserang dua OTK dengan senjata tajam. Peristiwa itu terjadi saat korban sedang bertugas melakukan patroli rutin di Jl Diponogoro (depan DPC PDI Perjuangan) Kota Cirebon, Senin dini hari (20/8), sekitar pukul 02.00 WIB.
Korban adalah korban Brigadir Angga Dwi Turangga anggota Unit Quick Respons (QR) Sat Sabhara Polres Cirebon Kota. Selain mengalami luka-luka, senjata api korban dirampas pelaku.
Direskrimum Polda Jawa Barat Kombes Pol Umar Surya Fana yang ditemui rakyatjabarnews.com dan sejumlah wartawan di Mapolres Cirebon Kota membenarkan adanya peristiwa pembacokan terhadap anggota saat patroli.
“Kami dari Polda Jabar turun untuk keseriusan menyelidiki kasus ini. Penyidik sudah mengumpulkan sejumlah bukti-bukti yang ditemukan di TKP seperti bercak darah, tapak kaki pelaku, dan baju seragam korban. Polda Jabar masih memburu para pelaku kasus ini,” kata Umar.
Kondisi korban juga mengalami luka serius, sehingga harus dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta. “Ya kita pindahkan perawatan ke RS Kramat Jati Polri pagi tadi, untuk penanganan maksimal,” jelas Umar.
Hingga berita ini dipublikasikan, OTK yang melakukan penyerangan anggota polisi tersebut belum tertangkap. Polisi juga belum memastikan motif di balik rentetan kejadian tersebut. (red/RJN)









