JAKARTA – Televisi Republik Indonesia (TVRI) menegaskan bahwa proses perolehan dan pengelolaan hak siar FIFA telah dilakukan sesuai mekanisme serta peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
Direktur Utama TVRI, Fiki Satari, menjelaskan bahwa hak media dan hak penyiaran yang diperoleh TVRI dari FIFA tidak hanya mencakup satu turnamen, melainkan sejumlah kompetisi bergengsi dunia hingga tahun 2027.
“Hak ini mencakup Piala Dunia 2026, Piala Dunia U-17 2026, dan Piala Dunia Wanita 2027, dengan periode pemanfaatan hak siar sejak 180 hari sebelum hingga 180 hari setelah event berakhir,” ujar Fiki di Kantor Pusat TVRI, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, hak yang dimiliki TVRI merupakan hak media atau penyiaran resmi, bukan hak untuk mengelola, menyelenggarakan, maupun mengoperasikan kompetisi FIFA. Dalam pelaksanaannya, TVRI memperoleh akses feed resmi pertandingan sesuai mekanisme distribusi yang telah ditetapkan FIFA.
Hak Siar FIFA Bernilai Strategis
Paket hak siar yang dimiliki TVRI mencakup hak penayangan dan distribusi sesuai kontrak, akses feed resmi pertandingan, hingga distribusi melalui berbagai kanal resmi yang telah ditentukan.
Fiki menegaskan bahwa setiap negara memiliki skema hak siar yang berbeda-beda, baik dari sisi jumlah turnamen, platform distribusi, maupun cakupan layanan. Karena itu, perbandingan nilai kontrak hak siar antarnegara harus didasarkan pada data resmi dan terverifikasi.
“Kami memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap memperhatikan batasan kerahasiaan kontrak yang telah disepakati dengan FIFA,” katanya.
Pembayaran Hak Siar Diklaim Transparan dan Akuntabel
Terkait proses pembayaran hak siar, TVRI memastikan seluruh tahapan telah dilaksanakan sesuai prosedur dan mekanisme anggaran negara.
Proses tersebut melibatkan telaah kebutuhan, reviu dokumen pendukung, koordinasi lintas unit mulai dari teknis, hukum, keuangan, hingga fungsi pengawasan sebelum pelaksanaan pembayaran dilakukan.
“Berdasarkan laporan yang saya terima, proses pembayaran hak siar telah dilakukan sesuai ketentuan kontrak dan mekanisme anggaran negara. Besaran yang dikeluarkan negara sama dengan nilai kontrak yang dibayarkan kepada FIFA,” jelas Fiki.
Ia menambahkan bahwa TVRI berkomitmen menjaga prinsip akuntabilitas, kepatuhan, dan tata kelola yang baik dalam setiap proses pengelolaan hak siar internasional.
Piala Dunia 2026 Bisa Ditonton Gratis
Kabar baik bagi masyarakat Indonesia, seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dapat diakses melalui berbagai platform resmi yang telah bekerja sama dengan TVRI.
Saat ini distribusi siaran dilakukan melalui tiga medium utama, yakni siaran free-to-air TVRI Nasional dan TVRI Sport, layanan OTT melalui Folaplay dan MAXStream, serta layanan televisi satelit DTH melalui Transvision, K-Vision, dan Indovision.
“TVRI membuka akses publik secara gratis melalui TVRI Nasional dan TVRI Sport. Sementara mitra OTT dan DTH memberikan pilihan tambahan bagi masyarakat yang ingin menikmati siaran melalui perangkat digital maupun layanan satelit,” ujarnya.
TVRI juga memastikan penerapan sistem keamanan teknis seperti enkripsi, pembatasan wilayah akses, dan pengaturan transmisi guna melindungi hak siar serta memenuhi ketentuan FIFA.
Menutup keterangannya, Fiki mengapresiasi perhatian dan masukan masyarakat terkait penyelenggaraan siaran Piala Dunia 2026.
“Kami berharap siaran Piala Dunia 2026 dapat dinikmati seluruh masyarakat Indonesia dan menghadirkan kegembiraan bagi pecinta sepak bola di Tanah Air,” pungkasnya.
(*)









