Harga Ikan Turun 30 Persen Effect Pandemi

  • Whatsapp
arga jual ikan di pasaran selama Pandemi Covid-19 mengalami penurunan drastis hingga mencapai 30 persen. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh nelayan.

RJN, Indramayu – Harga jual ikan di pasaran selama Pandemi Covid-19 mengalami penurunan drastis hingga mencapai 30 persen. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo membenarkan turunnya harga jual ikan, sementara kebutuhan ikan dunia saat ini terus meningkat. Pihaknya pun tengah mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut

“Ekspor ikan kita di dunia itu 10 persen, ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelum Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan Edhy, peningkatan kebutuhan ikan dunia ini bisa menjadi peluang agar harga ikan di pasaran bisa kembali stabil.

“Hanya saja ikan yang ada belum bisa sampai ke pasar dalam kondisi lancar. Ini yang akan kita cari solusi dan kita cari jalan keluarnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Serikat Nelayan Tradisional Indramayu, Kajidin berharap pemerintah bisa cepat tanggap mengatasi persoalan tersebut.

Bahkan, ada beberapa jenis ikan laut di Pelabuhan Perikanan Karangsong yang harganya turun hingga 50 persen, seperti ikan Gulama dan Rajungan.

Harga ikan Gulama sebelumnya berkisar antara Rp31 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 14 ribu per kilogramnya.

Sedangkan, harga Rajungan yang tadinya Rp 85 ribu sekarang turun sampai Rp 45 ribu per kilogram.

“Karena permintaan turun, suka atau tidak TPI-TPI tetap harus melelangkan ikan. Ikan lalu dijual ke bakul. Tapi bakulnya susah menjual jadi numpuk di gudang,” pungkasnya.

(gus/rjn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *