Harga Ikan Turun 30 Persen Effect Pandemi

- Redaksi

Rabu, 8 Juli 2020 - 16:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

arga jual ikan di pasaran selama Pandemi Covid-19 mengalami penurunan drastis hingga mencapai 30 persen. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh nelayan.

i

arga jual ikan di pasaran selama Pandemi Covid-19 mengalami penurunan drastis hingga mencapai 30 persen. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh nelayan.

RJN, Indramayu – Harga jual ikan di pasaran selama Pandemi Covid-19 mengalami penurunan drastis hingga mencapai 30 persen. Hal tersebut juga dikeluhkan oleh nelayan.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo membenarkan turunnya harga jual ikan, sementara kebutuhan ikan dunia saat ini terus meningkat. Pihaknya pun tengah mencari solusi untuk mengatasi persoalan tersebut

“Ekspor ikan kita di dunia itu 10 persen, ini lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelum Covid-19,” ujarnya.

Dikatakan Edhy, peningkatan kebutuhan ikan dunia ini bisa menjadi peluang agar harga ikan di pasaran bisa kembali stabil.

“Hanya saja ikan yang ada belum bisa sampai ke pasar dalam kondisi lancar. Ini yang akan kita cari solusi dan kita cari jalan keluarnya,” ujarnya.

Baca Juga :  166 Ribu Warga Kabupaten Cirebon Dapat Bantuan iuran BPJS Kesehatan

Di tempat yang sama, Ketua Serikat Nelayan Tradisional Indramayu, Kajidin berharap pemerintah bisa cepat tanggap mengatasi persoalan tersebut.

Bahkan, ada beberapa jenis ikan laut di Pelabuhan Perikanan Karangsong yang harganya turun hingga 50 persen, seperti ikan Gulama dan Rajungan.

Harga ikan Gulama sebelumnya berkisar antara Rp31 ribu per kilogram, kini turun menjadi Rp 14 ribu per kilogramnya.

Baca Juga :  Dewan Pimpinan LSM GMBI Mendukung Keputusan Bupati Bekasi Menunjuk Ade Efendi

Sedangkan, harga Rajungan yang tadinya Rp 85 ribu sekarang turun sampai Rp 45 ribu per kilogram.

“Karena permintaan turun, suka atau tidak TPI-TPI tetap harus melelangkan ikan. Ikan lalu dijual ke bakul. Tapi bakulnya susah menjual jadi numpuk di gudang,” pungkasnya.

(gus/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB