Hanya Paslon Nomor Urut 4 yang Mau Deklarasi, Ini kata Ketua Panwas Kabupaten Cirebon

- Redaksi

Rabu, 14 Februari 2018 - 19:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Aksi walk out yang dilakukan oleh dua paslon urut 1 dan 3 sangat disayangkan oleh Ketua Panwas Kabupaten Cirebon Nunu Sobari. Alasan ketidakhadiran dari paslon nomor urut 2 sudah dikonfirmasikan kepada Panwas oleh paslon yang bersangkutan dengan alasan ada kegiatan di Ibu Kota Jakarta.

Deklarasi bersama Paslon untuk menolak Politik Uang dan Politik Sara merupakan perintah dari Bawaslu pusat. Deklarasi yang dilaksanakan di Hotel Apita, Jl. Tuparev Kedawung Kabupaten Cirebon hari Rabu (14/2), untuk menekankan pentingnya menolak Politik Uang dan Politik Sara.

Baca Juga :  Iing Syam : Jangan Tanya Soal Wabup Ke Saya

“Saya menyayangkan aksi yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 dan 3 yang memilih walk out,” jelas Nunu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditambahkan Nunu, kerugian dari paslon yang walk out yaitu dilihat oleh masyarakat Kabupaten Cirebon. Namun sebagai Panitia Pengawas Pemilu, tidak bisa memaksa pada paslon untuk mendeklarasikan menolak Politik Uang dan Politik Sara.

Baca Juga :  Ketua DPC Instruksikan Kader Bergerak Dukung Rindu

Masih menurut Nunu, dirinya sangat mengapresiasi pada paslon nomor urut 4 yang mau mendeklarasikan menolak Politik Uang dan Politik Sara yang digagas oleh Panwas Kabupaten Cirebon.

“Dengan adanya Deklarasi menolak Politik Uang dan Politik Sara pada Pilkada Kabupaten Cirebon, merupakan amanat Undang-Undang Pemilu. Karena jika nanti ada paslon yang memerintahkan Politik Uang dan Politik Sara, maka akan didiskualifikasi pada Pilkada Bupati Cirebon,” jelasnya.

Baca Juga :  Perolehan Suara Naik, Tapi DPD PKS Majalengka Nilai Pemilu 2019 Panen Kecurangan

Sedangkan menurut Wakapolres yang mewakili Kapolres Cirebon, Kompol Wadi menegaskan jika Politik Sara di Media Sosial akan dipantau ketat dan akan ditindak tegas.

“Kami membentuk patroli siber pada Pilkada Kabupaten Cirebon di Media Sosial yang isinya negatif, dan untuk pelanggaran Media Sosial dan Politik Uang akan dipidanakan sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Demokrat Bekasi Turun ke Lapangan, Lomba Rakyat Meriahkan HUT RI
dr. Ferry Parluhutan Sirait Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Tempati Komisi IV
Demokrat Kabupaten Bekasi Gencarkan Aksi Sosial Jelang HUT ke-24, Donor Darah hingga Tanam 2.000 Mangrove
HUT ke-25 Demokrat, Tanam 2.000 Mangrove dan Bersihkan Pantai Muara Gembong
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
PDIP Bekasi Panas! Ono Surono Minta Mesin Partai Bergerak Total Jelang 2029
Nawal Husni Resmi Pimpin PPP Kota Bekasi, Target Menang Besar 2029

Berita Terkait

Selasa, 25 Agustus 2026 - 05:36 WIB

Demokrat Bekasi Turun ke Lapangan, Lomba Rakyat Meriahkan HUT RI

Jumat, 31 Juli 2026 - 21:58 WIB

dr. Ferry Parluhutan Sirait Resmi Dilantik Jadi Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, Tempati Komisi IV

Selasa, 14 Juli 2026 - 00:15 WIB

Demokrat Kabupaten Bekasi Gencarkan Aksi Sosial Jelang HUT ke-24, Donor Darah hingga Tanam 2.000 Mangrove

Jumat, 10 Juli 2026 - 18:47 WIB

HUT ke-25 Demokrat, Tanam 2.000 Mangrove dan Bersihkan Pantai Muara Gembong

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami