RJN, Cirebon – Setiap memasuki malam Juma’t kliwon, masyarakat di Desa Cibogo Kecamatan Waled rutin melaksanakan budaya Babarit sebagai rasa syukur.
Sekitar ratusan warga membawa tumpeng dengan menggelarnya di setiap dusun mulai pukul 18.00 Wib sambil memanjatkan doa bersama, Kamis (2/7/20).
Kuwu Cibogo, Ahmad Hudori yang biasa disapa Ahud mengatakan, dengan digelarnya Babarit ini, pihaknya berharap masyarakat menjadi maju dan sejahtera, serta terhindar dari berbagai musibah.
Acara ini juga menandakan bahwa warga Desa Cibogo adalah warga yang pandai bersyukur atas karunia Allah SWT.
Pihaknya berkomitmen agar tradisi kebudayaan Babarit harus terus dilestarikan. Karena merupakan salah satu aset budaya yang memiliki nilai-nilai luhur adat istiadat masyarakat yang cukup tinggi, serta merupakan penghargaan para leluhur setempat.
“Alhamdulilah, warga di sini selalu kompak dan babarit ini sudah dilaksanakan sejak dulu,” ungkapnya kepada FC.
Menurutnya, seperti kata pepatah, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Sehingga dapat dikatakan acara Babarit merupakan implementasinya.
Semoga adanya acara ini mampu menjaga kondusifitas, ketentraman, kedamaian dan terus berupaya melestarikan budaya serta adat istiadat lokal sebagai filter dari budaya-budaya asing.
“Pada intinya kita mensyukuri nikmat atas segalanya, begitu juga sebagai bentuk melestarikan budaya leluhur setiap Kamis malam Jum’at Kliwon,” tuturnya.
Selain itu, Ahud menambahkan, selain Babarit yang dilaksanakan setiap malam Jum’at sekarang ini, ada juga pergelaran pengajian dinamakan yasinan dengan menghadirkan mubaligh.
“Acaranya dari mulai Babarit sampai acara puncak yasinan sudah menjadi agenda rutin,” pungkasnya.
(run/rjn)











