Dokter Febri, Dokter Muda yang Punya Klinik Sendiri

oleh -

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Sebagai seorang dokter yang usianya masih terbilang muda, Dr. Febriana Kurniasari sangat senang jika ada pasien yang mengalami perubahan yang lebih baik setelah berkonsultasi ke kliniknya. Apalagi, profesi dokter adalah yang sudah lama dia inginkan sejak kecil.

Dokter Febri, sapaan akrabnya membuka Klinik Dokter Anda yang beralamat di Komplek Perumahan Jl. Piri Cirebon Lestari Raya blok A2 Desa Kecomberan Kec. Talun Kab. Cirebon ini sejak awal-awal tahun 2017. Kliniknya ini merupakan cabang dari klinik yang ada di Tasikmalaya yang dipegang oleh sang kakak. Jadi, dia yang memegang cabang di Cirebon.

“Awal buka di sini sebenarnya karena bangunannya memang sudah ada, dan kebetulan punya ayah saya. Jadi, daripada kosong, saya jadikan klinik,” tutur gadis kelahiran Bandung 26 tahun silam ini saat ditemui RakyatJabarNews.com di kliniknya, Rabu (8/11).

Nama Klinik Dokter Anda dipilih karena menurut Dokter Febri, nama tersebut lebih general dan gampang dihapal, seolah klinik tersebut adalah milik bersama. Nama tersebut juga dipakai untuk klinik yang ada di Tasikmalaya.

Sejak awal-awal membuka klinik di Cirebon, Dokter Febri mengaku kesulitan karena Cirebon adalah tempat baru baginya, dan dia harus memulai dari nol, seperti perizinan, karyawan, dokter, alat-alat, dan lain-lain. Meskipun begitu, dia tetap dibantu oleh sang kakak dan hanya mengontrol saja.

Dokter yang lulus S1 Universitas Kristen Maranatha Bandung 2011 lalu ini sebelumnya sudah beberapa kali koas (mahasiswa kedokteran yang sudah lulus S1 dan magang di rumah sakit untuk mendapatkan gelar Dokter) di rumah sakit, seperti di RS Emanuel Bandung, RS Cigugur Kuningan, RS Santo Yusuf Bandung, dan RS Santika Asih Bandung.

“Waktu tahun 2014 saya pengabdian di Arjawinangun. Dan sekarang sambil praktek juga di RS Cahaya Bunda Cirebon,” jelasnya.

Pasien-pasien yang datang ke kliniknya pun beragam. Mayoritas yang datang adalah karena keluhan kecantikan seperti jerawat dan pencerahan kulit. Febri mengaku, banyak yang ketergantungan oleh krim-krim berbahan bahaya seperti merkuri. Dan parahnya lagi, ada yang mukanya sampai merah-merah.

Dokter Febri menjelaskan, bahwa untuk mendapatkan kulit yang cerah dan sehat itu butuh proses. Tidak bisa serta merta hanya satu atau dua minggu saja. Minimal 4 bulan ini sudah sembuh. Namun, perlu juga konsultasi agar dirinya bisa mengontrol perkembangan pasiennya.

“Padahal, cantik itu gak harus kulitnya putih. Cukup sehat dan bersih saja sudah cukup,” tutur Dokter Febri.

Dokter Febri menambahkan, bahwa masyarakat perlu diedukasi soal penggunaan krim-krim untuk kecantikan. Apalagi, komitmen pasien sangat diperlukan dalam proses penyembuhannya. Dirinya menjelaskan, ada juga pasien yang hanya sesekali kontrol, dan kontrolnya hanya saat permasalahannya muncul kembali. Padahal, kontrol dan konsultasi itu harus rutin. Dan dirinya juga menggratiskan jika ada pasien yang mau berkonsultasi, baik itu secara langsung atau lewat telepon dan chat.

“Jika dia mau rajin dan komitmen, pasti akan sembuh,” terangnya.

Sebagai sarana untuk mempromosikan kliniknya, Dokter Febri menggunakan sosial media. Karena itu, ada juga pasien-pasien yang datang dari luar daerah, seperti Karawang, Surabaya, Bandung, Kalimantan, bahkan Batam. Rencananya, dia juga akan membuka klinik lagi di Bandung dan Karawang.

“Saya berharap semoga bisa menyebarkan virus-virus kebaikan bahwa mendapatkan kulit yang sehat itu tidak instan. Cantik gak harus putih dan ketergantungan sama krim-krim. Justru cantik itu kulit yang sehat dan bersih. Saya juga pengen mengadakan penyuluhan yang sasarannya SMA dan SMA. Tujuannya supaya mereka tidak terkontaminasi krim-krim yang berbahaya,” harapnya.(Juf/RJN)

Comment