DKI Jakarta Mulai Hentikan Open Dumping di TPST Bantargebang, Terapkan Controlled Landfill

- Redaksi

Selasa, 21 Juli 2026 - 15:10 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Pemprov DKI Jakarta mulai menutup dua zona aktif di TPST Bantargebang sebagai langkah menghentikan praktik open dumping. Sistem controlled landfill diterapkan untuk mengurangi bau, emisi gas, dan pencemaran lingkungan, didukung kolaborasi dengan sektor swasta melalui program CSR.

i

Pemprov DKI Jakarta mulai menutup dua zona aktif di TPST Bantargebang sebagai langkah menghentikan praktik open dumping. Sistem controlled landfill diterapkan untuk mengurangi bau, emisi gas, dan pencemaran lingkungan, didukung kolaborasi dengan sektor swasta melalui program CSR.

JAKARTA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mulai menghentikan praktik open dumping secara bertahap di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang. Langkah tersebut diawali dengan penutupan dua zona aktif pembuangan sampah sebagai bagian dari penerapan sistem controlled landfill.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta, area pembuangan sampah ditutup menggunakan media pelindung yang selanjutnya akan diperkuat dengan pemasangan geomembrane. Upaya ini dilakukan untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus meningkatkan standar pengelolaan sampah di TPST Bantargebang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi, mengatakan penerapan tahap awal sistem controlled landfill telah dimulai pada Jumat (17/7/2026) dengan pemasangan media penutup di bagian atas Zona 2 oleh tim Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST).

“Pemasangan media penutup merupakan langkah nyata untuk mengurangi bau, membantu mengendalikan emisi gas, serta meminimalkan terbentuknya air lindi akibat masuknya air hujan ke area timbunan sampah,” kata Dudi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (20/7/2026).

Dalam penerapannya, titik pembuangan sampah akan dipindahkan setiap tujuh hari. Area yang telah digunakan akan ditutup selama sepekan, sementara aktivitas pembuangan dialihkan ke lokasi lain yang telah disiapkan.

Menurut Dudi, mekanisme tersebut bertujuan menjaga kestabilan area penimbunan sekaligus meningkatkan pengendalian dampak lingkungan selama masa transisi menuju sistem controlled landfill.

Selanjutnya, Pemprov DKI Jakarta akan memasang geomembrane secara bertahap di area landfill. Material ini berfungsi meningkatkan perlindungan timbunan sampah, mengendalikan air lindi, serta meminimalkan dampak pencemaran lingkungan.

Baca Juga :  Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Dudi menjelaskan, program penutupan zona pembuangan dilakukan melalui kolaborasi dengan sektor swasta menggunakan skema creative financing. Pendekatan tersebut memungkinkan percepatan perbaikan tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah.

“Penutupan titik pembuangan menggunakan media pelindung dan geomembrane ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan sektor swasta menggunakan mekanisme creative financing,” ujarnya.

Pada tahap awal, sejumlah perusahaan telah menyatakan komitmen mendukung program tersebut melalui dana tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility atau CSR). Dukungan dunia usaha dinilai penting untuk memenuhi kebutuhan material di lapangan sesuai standar teknis.

Baca Juga :  AXIS Nation Cup 2025: SMK Nusantara Jakarta Pecah Rekor, SMAN 2 Mojokerto Pertahankan Gelar

Selain pembenahan di TPST Bantargebang, Pemprov DKI Jakarta juga terus mengajak masyarakat untuk mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumber. Menurut Dudi, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada teknologi di hilir, tetapi juga perubahan perilaku masyarakat di tingkat rumah tangga, kawasan, hingga pelaku usaha.

“Kami akan menjalankan setiap tahapan controlled landfill secara konsisten agar praktik open dumping dapat dihentikan secara bertahap. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis TPST Bantargebang dapat dikelola dengan standar yang semakin baik, aman bagi lingkungan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tutup Dudi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!
90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Kemnaker Siapkan Calon Juara Internasional
197 Aduan Masuk ke WhatsApp Kapolda Metro Jaya, Baru 36 Laporan Tuntas
Aksi 28 Oktober di Jakarta, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis
RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga
32 Ribu Lowongan Kerja Tersedia di Nyari Gawe, Warga Bekasi Bisa Cari Kerja Tanpa Calo
Dari 1.730 Tim, 16 Terbaik Berebut Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026
Banjir Mengintai, Dedi Mulyadi Desak Kali CBL Rampung Tahun Ini

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bantargebang Tak Lagi Sekadar Gunung Sampah, Jakarta Siapkan Pembangkit Listrik!

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:58 WIB

90 Peserta Ikuti InaSkills 2026, Kemnaker Siapkan Calon Juara Internasional

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:49 WIB

197 Aduan Masuk ke WhatsApp Kapolda Metro Jaya, Baru 36 Laporan Tuntas

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:36 WIB

Aksi 28 Oktober di Jakarta, Polda Metro Jaya Kedepankan Pendekatan Humanis

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:00 WIB

RAPBD 2027 Disepakati, Harris Bobihoe Minta Sinergi Eksekutif-Legislatif Dijaga

Berita Terbaru