Selain letaknya yang strategis, Rachmat mengungkapkan, Desa Cibening memiliki keindahan alam yang masih terjaga keasriannya. Sebagian besar wilayahnya, terdapat area pesawahan, perkebunan dan pepohonan. Atas dasar itu juga, diyakini dengan mencanangkan Desa Wisata diharapkan pemerintah desa dapat memanfaatkan ruang terbuka hijau sebagai sarana umum sehingga lebih terasa manfaatnya.
“Secara konsep koridornya memang sudah sangat tepat, dimana tanah kas desa ini sejalur dengan area pesawahan dan perkebunan. Ada juga makam bersejarah yang menjadi wisata religi, serta nantinya juga akan ada spot-spot foto di sepanjang jalan desa yang akan dihiasi dengan mural, kemudian kantor desa itu sendiri barulah Taman Waluh ini,” tambahnya.
Taman Waluh sendiri, lanjut Rachmat, rencananya akan dibuka untuk umum, khusus di akhir pekan saja atau pada hari Sabtu-Minggu. Disamping itu, hadirnya Taman Waluh ini diharapkan dapat membawa efek domino untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.
“Tentu kita berharap dapat menggerakkan perekonomian warga lokal kita. Nanti di sana ada stand UMKM yang bisa kita kelola, atau kita gandeng juga BUMDes agar Desa Wisata ini bisa mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat maupun menambah pendapatan asli desa,” ujarnya. (*)
Halaman : 1 2










