oleh

Encus Suswaningsih : Masyarakat Harus Waspadai Daging Oplosan

RakyatJabarNews.com – Beberapa pasar di Kabupaten Cirebon terdeteksi adanya percampuran daging sapi lokal dan impor. Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, sudah mendeteksi adanya kenakalan pedagang yang mencampurkan daging ini supaya mendapat keuntungan yang berlipat.

Terdapat perbedaan antara daging lokal dan daging impor, keduanya memiliki perbedaan harga di mana daging impor lebih murah daripada daging lokal.

Namun, oleh para pedagang ini harga daging disamaratakan dengan harga daging lokal. Minimnya informasi yang dikantongi pembeli membuat para pembeli tidak mengetahui perbedaan daging impor dan lokal tersebut.

Saat ini di pasaran harga daging lokal berkisar di harga Rp 110 ribu – Rp 115 ribu perkilogram, sementara daging sapi impor berkisar di harga Rp 80 ribu perkilogram.

Perbedaan harga yang cukup mencolok ini membuat pedagang mendapatkan keuntungan jika harga daging lokal dan import akhirnya disamaratakan.

“Saat berkeliling, kami memberikan sosialisasi, agar para pedagang daging ini jujur kepada konsumen,” kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Cirebon, Encus Suswaningsih, Senin (12/06).

Encus meminta para pembeli cerdas sebelum membeli untuk bisa membedakan daging sapi lokal dan impor. Secara fisik, sebetulnya perbedaan daging sapi lokal dan impor bisa diketahui.

Di antaranya dari tekstur daging. Jika daging lokal sifat dagingnya lebih kering saat dipegang, beda halnya dengan daging sapi impor yang teksturnya lebih basah karena banyak mengandung air saat dibekukan.

“Dari segi rasa, daging lokal pun sebetulnya lebih enak karena jelas beraroma daging yang sesungguhnya, sementara daging impor rasanya cenderung tawar,” katanya.

Untuk kemungkinan daging sapi yang tercemari penyakit seperti mengandung cacing hati, menurut Encus, pihaknya akan memberlakukan ante mortem, atau semacam pemeriksaan yang menyeluruh dan detail kepada sapi yang dibawa ke rumah pemotongan hewan.

“Jika kita temukan daging yang mengandung cacing, maka kita akan membuang daging yang mengandung cacing tersebut, tapi bagian dagingnya masih bisa dikonsumsi, yang kita pisahkan,” tandasnya.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed