Miris, Rumah Tak Layak Huni di Tegalgubug

oleh -

RakyatJabarNews.com – Sungguh memprihatinkan. Di balik megahnya Pasar Sandang Tegalgubug yang merupakan pasar sandang terbesar se-Asia Tenggara, ternyata ada satu blok yang kondisinya sangat memprihatinkan. Padahal jarak blok itu dengan pasar sandang hanya 50 meter saja.

Itulah Blok Timur Leste yang masuk wilayah Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Meski jaraknya hanya puluhan meter saja dari pasar sandang terbesar se-Asia Tenggara, tetapi kondisi penduduknya hanya menjadi kuli di pasar tersebut. Hal itu terlihat dari mayoritas rumah warganya yang hanya terbuat  dari bilik bambu berlantaikan tanah.

Bukan hanya itu, jalan gang yang berada di blok itu pun masih berupa tanah sehingga sangat menyulitkan kendaraan saat terjadi hujan. Blok Timur Leste hanya dihuni 100 kepala keluarga (KK) dan hanya 70 rumah, namun semuanya terbuat dari bilik bambu.

Ketua RT Blok Timur Leste, Nasiman menjelaskan, Blok Timur Leste selama ini belum pernah mendapat perhatian  dari pemerintah desa maupun pemerintah kabupten. Padahal sudah beberapa kali mengajukan permohonan rumah tidak layak huni, tetapi tidak pernah di tanggapi.

“Blok ini belum pernah mendapatkan bantuan apapun, bahkan perhatian dari Pemdes sendiri tidak ada. Sudah beberapa kali mengajukan rumah tidak layak huni, tetapi tidak pernah direspons. Kami juga di sini banyak hanya menjadi kuli di Pasar Tegalgubug,” terang Nasiman di kediamannya belum lama ini.

Dikatakannya, bloknya itu selama ini tidak pernah diperhatikan oleh Pemdes setempat, apalagi warganya juga hanya menjadi kuli di Pasar Tegalgubug. Dirinya sangat berharap pemerintah desa bisa memperhatikan bloknya baik warganya maupun infrastrukturnya.

Hal senada juga disampaikan salah seorang warga yang mengurus musala di blok itu, Ustad Sodikin. Menurutnya, Blok Timur Leste seperti blok yang dikesampingkan karena tidak pernah ada perhatian dari pemdes  sendiri.

“Sampai sekarang tidak pernah ada perhatian ke blok ini, hingga infrastruturnya memprihatinkan. Mas bisa lihat sendiri, rumah masih bilik bambu, jalan gang pun masih tanah, saya tidak mengerti blok ini bisa dikucilkan,” ungkapnya.(Juf/RJN)

Comment

No More Posts Available.

No more pages to load.