Kabupaten Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menertibkan Pasar Tumpah Cikarang Utara yang selama ini disebut menjadi salah satu biang kemacetan di Jalan RE Martadinata.
Bahkan, Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, turun langsung memimpin rapat koordinasi penertiban bersama jajaran TNI-Polri di Ruang Rapat KH Mamun Nawawi, Kantor Bupati Bekasi, Kamis (7/5/2026).
Rapat penting itu turut dihadiri Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, Dandim 0509/Kabupaten Bekasi, Michael Ronald, serta sejumlah perangkat daerah terkait.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah tegas ini dilakukan lantaran banyak pedagang kembali nekat berjualan hingga memakan bahu bahkan badan jalan, yang menyebabkan kemacetan parah dan semrawutnya kawasan pasar.
“Kami ingin para pedagang lebih tertib dan tidak lagi berjualan sampai ke badan jalan. Fasilitas sudah disiapkan, jangan sampai ketertiban umum terganggu,” tegas Asep.
Tak main-main, Pemkab Bekasi bakal membentuk satgas gabungan lintas instansi yang melibatkan TNI dan Polri untuk menjaga kawasan pasar selama 24 jam penuh.
Kasatpol PP Kabupaten Bekasi, Surya Wijaya, mengatakan petugas gabungan nantinya akan berjaga dalam tiga shift: pagi, siang, dan malam.
“Tujuannya supaya tidak ada lagi pedagang yang maju sampai ke bahu dan badan Jalan RE Martadinata,” ujarnya.
Tak hanya penertiban, Pemkab Bekasi juga menyiapkan rencana besar untuk mengubah wajah Pasar Tumpah Cikarang menjadi kawasan perdagangan yang lebih modern dan tertata.
Dalam rencana jangka menengah, bangunan bekas Ramayana akan dibongkar dan ditata ulang menggunakan tenda-tenda sesuai klaster dagangan pedagang.
Sementara untuk jangka panjang, kawasan pasar dirancang menjadi pasar bertingkat yang mampu menampung lebih banyak pedagang sekaligus menjadi sentra ekonomi modern masyarakat Bekasi.
“Saya ingin ada penataan jangka panjang. Tempat berdagang harus lebih luas, nyaman, bersih, dan sesuai klaster dagangannya,” kata Asep.
Selain itu, pembenahan fasilitas pendukung seperti sanitasi, drainase, hingga pengelolaan sampah juga akan dilakukan agar kawasan pasar tak lagi kumuh dan semrawut.
Menurut Asep, pembangunan pasar modern di kawasan Cikarang sebenarnya sudah lama diwacanakan namun belum pernah terealisasi.
“Mudah-mudahan di masa kepemimpinan saya ini bisa terwujud. Pedagang nyaman berjualan, masyarakat juga nyaman berbelanja,” tandasnya.
Ke depan, pengelolaan Pasar Tumpah Cikarang akan melibatkan banyak pihak mulai dari pemerintah desa, kecamatan, UPTD Pasar, Dinas Lingkungan Hidup hingga aparat keamanan demi menciptakan kawasan perdagangan yang tertib, aman, dan menjadi wajah baru Cikarang Utara. (*)









