Dibongkar dan Ditata, Ternyata Pasar Cikarang Sudah Ada Sejak 1854

- Redaksi

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aktivitas penataan kawasan Pasar Cikarang di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, terlihat dari udara, Kamis (7/5/2026). Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pembenahan area pasar guna mengurai kemacetan, menata pedagang, serta mengembalikan fungsi jalan di kawasan pusat ekonomi tersebut.

i

Aktivitas penataan kawasan Pasar Cikarang di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, terlihat dari udara, Kamis (7/5/2026). Pemerintah Kabupaten Bekasi melakukan pembenahan area pasar guna mengurai kemacetan, menata pedagang, serta mengembalikan fungsi jalan di kawasan pusat ekonomi tersebut.

Kabupaten Bekasi – Penataan besar-besaran Pasar Cikarang kini jadi sorotan publik. Di bawah kepemimpinan Plt. Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, kawasan pasar di Jalan RE Martadinata, Cikarang Utara, mulai dibenahi demi mengurai kemacetan, menata pedagang, hingga mengembalikan wajah kota.

Namun siapa sangka, pasar yang hari ini ramai diperbincangkan itu ternyata menyimpan sejarah panjang lebih dari 170 tahun dan menjadi salah satu pusat ekonomi tertua di Bekasi.

Langkah penataan yang dilakukan Pemkab Bekasi bukan sekadar memindahkan pedagang. Pemerintah ingin mengembalikan fungsi jalan yang selama ini semrawut, menciptakan kawasan yang lebih tertib dan bersih, sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) lewat tempat usaha yang lebih layak dan representatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menariknya, Asep memilih turun langsung ke lapangan. Ia berdialog dengan para pedagang, mendengar keluhan mereka, hingga memastikan proses relokasi berjalan dengan pendekatan humanis.

Baca Juga :  Jasa Marga Catat 918 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek pada H1-H+3

Di tengah proses pembenahan itu, fakta sejarah Pasar Cikarang kembali mencuat. Sejarawan Bekasi, Endra Kusnawan, mengungkapkan bahwa Pasar Cikarang atau yang kini dikenal sebagai Pasar Lama ternyata sudah berdiri sejak tahun 1854.

“Pasar Cikarang dulunya hanya buka setiap hari Rabu,” ujar Endra saat ditemui Kamis (7/5/2026).

Menurutnya, keberadaan pasar tersebut tercatat dalam Staatsblad 1854 Nomor 1 dan didirikan oleh tuan tanah Kedunggedeh di atas lahannya sendiri. Fakta sejarah itu juga tertuang dalam buku karyanya berjudul Sejarah Bekasi: Sejak Peradaban Buni Ampe Wayah Gini Edisi Ketiga.

Tak hanya menjadi pusat perdagangan, Pasar Cikarang pada masa kolonial bahkan disebut menjadi model pengembangan pasar di sejumlah wilayah lain seperti Serpong, Ciledug hingga Cililitan.

Baca Juga :  Hotel Santika Cikarang Hadirkan Promo Menarik Ramadhan

Secara geografis, posisi Pasar Cikarang memang sangat strategis. Kawasan itu berada di titik pertemuan jalur sungai dan jalur darat yang menjadi pusat mobilitas masyarakat tempo dulu.

Kali Cikarang kala itu menjadi urat nadi transportasi utama sebelum jaringan jalan berkembang menghubungkan wilayah Jatinegara hingga Tanjung Pura.

“Pertemuan antara jalur sungai dan jalan darat itulah yang memicu lahirnya pusat-pusat permukiman dan aktivitas ekonomi,” jelas Endra.

Tak heran jika kemudian Stasiun Cikarang dibangun tak jauh dari kawasan pasar. Dalam peta topografis tahun 1903, keberadaan stasiun tersebut bahkan sudah tercatat sebagai bagian penting dari denyut ekonomi Cikarang.

Memasuki era modern, wajah kawasan pasar kembali berubah. Pada 1977, Pemerintah Kabupaten Bekasi membangun Pasar Baru Cikarang dan terminal menggunakan dana Inpres, APBN, serta swadaya masyarakat.

Baca Juga :  Ahmadi : Sertifikat Murah Hanya di Atas Kertas, Warga Dibebani Biaya Tak Masuk Akal

Lokasi Pasar Baru yang berada tepat di depan Pasar Lama membuat kawasan ini berkembang menjadi pusat ekonomi raksasa. Kini area bekas terminal itu dikenal sebagai Sentra Grosir Cikarang atau SGC.

Pasar Lama, Pasar Baru, hingga SGC akhirnya tumbuh menjadi satu denyut ekonomi masyarakat Bekasi.

Meski begitu, Endra mengingatkan bahwa penataan yang dilakukan hari ini tak boleh menghilangkan jejak sejarah kawasan tersebut.

“Penataan pasar harus dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi, antara pasar lama dan pasar baru, antara pasar basah dan pasar kering,” tegasnya.

Kini, di tengah pembongkaran lapak dan penataan kota yang terus berjalan, Pasar Cikarang seolah kembali mengingatkan satu hal penting: bahwa setiap langkah modernisasi sejatinya juga merupakan upaya merawat sejarah panjang Kabupaten Bekasi. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Halal Bihalal Anti Biasa, Ada All You Can Eat Murah di Cikarang
Promo Harper Cikarang: Staycation Keluarga & Work From Hotel Mulai Rp500 Ribuan
FOX Lite Cikarang Ikut Earth Hour 2026 dengan Aksi Switch Off
Lonjakan Sampah Lebaran
Berbagi Berkah Ramadhan, Yayasan Al-Husna Santuni 150 Anak Yatim dan Dhuafa di Cikarang
Pemkab Bekasi Terbuka terhadap Kritik, Diskominfosantik Ingatkan Pentingnya Konfirmasi Berita
Sinergi Pemkab Bekasi dan Insan Pers, Diskominfosantik Gelar Buka Puasa Bersama di Cikarang
Program 3 Juta Rumah: Pemerintah dan Danantara Tinjau Lahan Hunian MBR di Cikarang

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:48 WIB

Dibongkar dan Ditata, Ternyata Pasar Cikarang Sudah Ada Sejak 1854

Rabu, 8 April 2026 - 13:44 WIB

Halal Bihalal Anti Biasa, Ada All You Can Eat Murah di Cikarang

Sabtu, 4 April 2026 - 20:01 WIB

Promo Harper Cikarang: Staycation Keluarga & Work From Hotel Mulai Rp500 Ribuan

Senin, 30 Maret 2026 - 17:45 WIB

FOX Lite Cikarang Ikut Earth Hour 2026 dengan Aksi Switch Off

Jumat, 27 Maret 2026 - 19:47 WIB

Lonjakan Sampah Lebaran

Berita Terbaru