Ahmadi : Sertifikat Murah Hanya di Atas Kertas, Warga Dibebani Biaya Tak Masuk Akal

- Redaksi

Kamis, 15 Mei 2025 - 18:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Ahmadi, Laporkan segala bentuk pelecehan seksual! DPRD Kota Bekasi siap menerima aduan masyarakat.

i

Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Bekasi, Ahmadi, Laporkan segala bentuk pelecehan seksual! DPRD Kota Bekasi siap menerima aduan masyarakat."

Bekasi – Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang seharusnya menjadi solusi bagi warga dalam mendapatkan kepemilikan tanah secara sah dan terjangkau, justru menyisakanpersoalan baru di wilayah Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Dugaan adanya pungutan liar (pungli)mencuat ke permukaan setelah anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi, menerima sejumlah laporan warga yang merasa dibebani pungutan di luar ketentuan resmi pemerintah.

“Program PTSL di Jatiasih, saya menemukan aduan dari warga diminta uang di luar nilai yang ditetapkan sebesar Rp150 ribu. Kalau itu bersifat kebijaksanaan, itu masih bisa ditolerir. Tapi kalau sudah dipatok dengan nominal, itu masuk kategori pungli,” ungkap Ahmai, Kamis (15/5/2025).

Baca Juga :  Polisi Ungkap Sindikat Narkoba Rp10 Miliar: Dari Apartemen Mewah hingga Desa

Menurut Ahmadi, dalam beberapa laporan yang diterimanya, warga bahkan diminta membayar hingga Rp1 juta hingga Rp2,5 juta untuk proses sertifikat tanah melalui program PTSL. Padahal, pemerintah pusat telah menetapkan biaya resmi maksimal sebesar Rp150 ribu.

Sebagai wakil rakyat dari Dapil IV (Jatiasih, Jatisampurna, dan Pondokmelati), Ahmadi mengaku prihatin atas temuan tersebut dan mengimbau kepada jajaran RT dan RW agar tidak memanfaatkan posisi mereka untuk mengambil keuntungan pribadi.

Baca Juga :  Dihadiri Pj Gubernur Jawa Barat Perayaan Imlek 2025 Di Bandung Terasa Lebih Meriah dan Spesial

“Saya himbau pihak-pihak yang terlibat dalam program PTSL agar tidak mematok harga. RT/RW jangan membebani warga. Kalau merasa keberatan, warga jangan takut melapor ke saya ataupihak berwenang,” ujarnya.

Dugaan pungli ini rupanya bukan hanya rumor. Beberapa warga mengaku diminta membayar dengan nominal jauh di atas tarif resmi.

Baca Juga :  Musyawarah Koni Kota Bekasi Digelar Hari Ini

Pandangan Kacamata Redaksi

Redaksi melihat persoalan ini bukan hanya soal uang, tetapi soal kepercayaan publik terhadap layanan publik.

Jika benar terjadi pungli dalam program nasional seperti PTSL, maka ini bisa menjadi preseden buruk.

Pemerintah Kota Bekasi, dalam hal ini BPN, kelurahan, hingga kecamatan, harus segera bertindak.

Sosialisasi harus diperluas, pos pengaduan dibuka, dan aparat hukum turun tangan. PTSL harus kembali pada tujuan awalnya: murah, mudah, dan bebas pungli. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas
Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata
Rompi Pink, Borgol, dan Anggota DPRD Muncul saat AEZ Ditahan
AEZ Akhirnya Diborgol! Kasus Sambungan Air Rp4,5 Miliar Masuk Babak Baru
1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional
Bikin Bangga! 83,10 Persen Pemuda Bekasi Ternyata Tak Merokok, Tertinggi di Jabar
Ada Pesan Khusus Presiden Prabowo untuk Putra Sayuti Melik, Wawali Bekasi Datang Langsung
Atlet Paralimpik Kota Bekasi Bikin Bangga

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 07:22 WIB

3.073 Hari Overstay: WN Nigeria “Betah” di Indonesia, Ujungnya Masuk Lapas

Selasa, 11 Agustus 2026 - 11:51 WIB

Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:20 WIB

Rompi Pink, Borgol, dan Anggota DPRD Muncul saat AEZ Ditahan

Senin, 10 Agustus 2026 - 07:31 WIB

1.300 Pramuka Garuda Dikukuhkan, 74 Kontingen Kota Bekasi Siap Guncang Jambore Nasional

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:45 WIB

Bikin Bangga! 83,10 Persen Pemuda Bekasi Ternyata Tak Merokok, Tertinggi di Jabar

Berita Terbaru

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto berbincang dengan salah satu siswa SMPN 54 Kota Bekasi dalam kegiatan bakti sosial pemeriksaan kesehatan mata dan pembagian 300 kacamata, Selasa (11/8/2026). Kegiatan tersebut digelar Pemkot Bekasi bersama IROPIN untuk mendukung kenyamanan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.

Pemerintahan

Pemkot Bekasi Gandeng IROPIN, 300 Siswa SMPN 54 Dapat Kacamata

Selasa, 11 Agu 2026 - 11:51 WIB