Bekasi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bekasi menyiapkan strategi khusus untuk mengantisipasi lonjakan sampah saat dan setelah Lebaran 2026.
Humas DLH Kabupaten Bekasi, Dedi Kurniawan, mengatakan pihaknya membuka dua zona pembuangan di TPA Burangkeng, yakni di wilayah utara dan selatan. Langkah ini untuk mengurai antrean kendaraan pengangkut sampah.
“Dua titik ini untuk mengantisipasi antrean kendaraan yang meningkat saat Lebaran,” kata Dedi, Jumat (27/3/2026).
Selain itu, DLH melibatkan pihak swasta dalam pengangkutan sampah dan menggencarkan sosialisasi gerakan mudik tanpa sampah. Kabupaten Bekasi diketahui menjadi jalur lintasan lebih dari satu juta pemudik.
DLH juga memastikan kesiapan armada pengangkut, mulai dari perawatan hingga ketersediaan BBM, tanpa penambahan kendaraan operasional.
Untuk penanganan pasca Lebaran, DLH akan menggandeng pihak swasta dalam pengelolaan sampah non-organik melalui skema mining di TPA Burangkeng.
Berdasarkan data DLH, jumlah kendaraan pengangkut sampah meningkat dari sekitar 100 unit pada 25 Maret, menjadi 150 unit pada 26 Maret, hingga mencapai sekitar 370 unit saat puncak.
Meski demikian, kondisi masih dinilai terkendali.
“Antrean masih bisa diantisipasi dengan dua zona,” ujarnya.
DLH juga mengimbau masyarakat memilah sampah dari rumah untuk mengurangi beban TPA.(*)











