Dedi Mulyadi Siap Jor-joran untuk Perguruan Tinggi Demi Tingkatkan Kualitas Riset 

- Redaksi

Rabu, 5 Februari 2025 - 20:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Dalam 5 tahun kedepan Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas riset sebagai fondasi membangun wilayah Jawa Barat.

i

Dalam 5 tahun kedepan Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas riset sebagai fondasi membangun wilayah Jawa Barat.

Jabar – Dalam 5 tahun kedepan Gubernur Jawa Barat terpilih, Dedi Mulyadi berkomitmen untuk meningkatkan kualitas riset sebagai fondasi membangun wilayah Jawa Barat. Demi memuluskan programnya KDM akan menggandeng sejumlah pihak, mulai dari industri hingga universitas.

Bahkan di era kepemimpinannya nanti, KDM siap jor-joran mengeluarkan anggaran, apalagi berkaca pada Negara maju kualitas riset yang dihasilkan terbukti membuat industri di luar negeri memiliki banyak perkembangan dan tetap bertahan meski zaman berubah-berubah.

KDM menyoroti angkatan kerja dan lapangan kerja, serta serapan industri yang menurutnya harus dilakukan sebuah riset. Maka dari itu ia berpendapat Jawa Barat perlu seorang peneliti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pastikan saja prioritas ke depan 5 tahun, apa kebutuhan-kebutuhan dasarnya, satu misalnya kajian tentang angkatan kerja dan lapangan kerja, serapan industri, jadi riset itu sesuatu yang sangat penting dan harus mahal biayanya,” kata Dedi, dikutip rakyatjabarnews.com dari YouTube Channel Kang Dedi Mulyadi, Selasa (4/2/2025).

Baca Juga :  Ambisi Persija Jakarta Tak Membuat Gentar Persib Bandung

Jika Industri tidak melakukan riset, menurutnya akan banyak industri yang tidak akan bertahan lama dan terancam bangkrut. Ia juga mencontohkan salah satu pabrik yang bertahan ditengah pabrik lainnya yang tutup, kata KDM pabrik tersebut mengalokasikan sebagian dananya untuk riset dan investasi terhadap perubahan-perubahan mesin.

 

“Saya nanya pemikirnya siapa sih, ada pak pemikirnya Ini namanya ini keren banget, saya bertemu lagi ternyata dia keren, kenapa kami maju dan kenapa industri kami bertahan bahkan jumlah orangnya semakin banyak,”ucapnya.

“Duit yang kami peroleh kami bayarkan untuk riset dan kami investasikan lagi untuk perubahan-perubahan mesin, kenapa pabrik di sekitar kami bangkrut, karena mereka tidak pernah memberi teknologi, mereka puas dengan apa yang ada,” sambungnya.

Baca Juga :  BPBD Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Cuaca

Rencananya KDM akan mengumpulkan para ahli yang kompeten termasuk didatangkannya peneliti dari luar negeri. Ia pun akan menggandeng perguruan tinggi ternama seperti ITB, Unpad, dan UI. KDM juga tidak masalah jika harus memberikan anggaran yang besar bagi berbagai perguruan tinggi.

“Saya enggak apa-apa kita kasih duit yang banyak bagi perguruan tinggi itu, tapi enggak boleh ngasihnya adalah ngasih duit bantuan penyelenggaraan, yang saya inginkan adalah kita ngasih duit agar perguruan tinggi itu melakukan riset,” jelasnya.

Adapun bantuan penyelenggaraan yakni berupa beasiswa untuk Mahasiswa, sehingga berbeda dengan anggaran yang dialokasikan untuk riset. Rencananya akan ada kajian riset mengenai tata ruang yang ideal untuk Jawa Barat.

Baca Juga :  Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi Soroti Tantangan Pembangunan Jelang HUT ke-29

“Pertama untuk membuat kaji riset, tentang tata ruang yang ideal di Jawa Barat berdasarkan sejarah Kebudayaan bangsanya dan kemudian juga merujuk apa yang dulu dimimpikan oleh Belanda ketika ada di kita,” tuturnya.

Tujuannya untuk mengetahui apa yang menjadi Blueprint Belanda mengenai Jawa Barat, sehingga pada saat akan menata mulai dari perkebunan, tata kelola perairan dan irigasi, jalur kereta api dan apa saja yang dulu merupakan mimpi Belanda bisa kemudian dituangkan dalam pembangunan di Jawa Barat.

Menurutnya hal ini bisa digali oleh perguruan tinggi, KDM pun akan memberikan kepercayaan penuh agar bisa didapat kota masa depan yang pernah dirancang oleh Belanda. (*)

Penulis : Aldi Salman

Editor : Abdul Aziz

Sumber Berita: rakyatjabarnews.com

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya
Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality
Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun
Bapenda Kejar Tunggakan Pajak Kendaraan, Operasi Digelar hingga Akhir Tahun
Bapenda Tegaskan Air Tanah Rumah Tangga Tak Otomatis Kena Pajak
Pajak Kabupaten Bekasi Tembus Rp2,93 Triliun, BPHTB Baru Capai 65,43 Persen

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:44 WIB

DPRD Bekasi Siapkan Paripurna Bupati Definitif, Ade Sukron Ungkap Tahapannya

Kamis, 15 Oktober 2026 - 13:54 WIB

Plt Bupati Bekasi Minta Maaf ke Media, Undang Perwakilan Massa Berdialog

Selasa, 13 Oktober 2026 - 22:06 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung NTSC 2026, Perkuat Kompetensi Generasi Hospitality

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Pemkab Bekasi Normalisasi Kali CBL 16 Km, Target Rampung Akhir Tahun

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB