RakyatJabarNews.com, Bekasi – Calon Wali Kota Bekasi nomor urut 2, Nur Supriyanto mencita-citakan Kota Bekasi menjadi zore waste city atau kota yang lingkungannya terbebas dari sampah. Konsep green city menjadi salah satu yang bakal ditawarkan Nur sebagai salah satu program jika menang kelak.
“Saya tetap memegang konsep kota hijau, green city. Salah satu program kami adalah zero waste,” kata Nur dalam agenda debat kandidat Pilwalkot Bekasi, Kamis (3/5/2018).
Panelis menyinggung soal persoalan lingkungan yang pelik di TPA Bantargebang yang dianggap mengganggu warga sekitar. Menanggapi hal tersebut, Nur mengatakan bahwa dengan zero waste, dampak-dampak seperti yang terjadi pada TPA Bantargebang bisa dikurangi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Zero waste bisa diterapkan dengan 3R yang di antaranya reuse (menggunakan kembali sampah yang bisa digunakan), reduce (mengurangi hal yang mengakibatkan munculnya sampah) dan recycle (mengolah sampah untuk menjadi sesuatu yang bermanfaat).
“Konsep zero waste ini harus bisa terlaksana dengan cara penyadaran masyarakat agar mengetahui cara mengelola sampah dari mulai hulu sehingga yang keluar ke rumah tangga itu menjadi zero. Ujung-ujungnya adalah bagaimana kami mengoptimalkan sampah ini menjadi sesuatu yang berharga,” jelas Nur.
Nur menerangkan, persoalan sampah di Bantargebang juga bukan hanya jadi urusan Pemerintah Kota Bekasi, karena salah satu lokasinya digunakan sebagai TPA Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya pengurusan sampah DKI Jakarta lebih baik dan dapat jadi rujukan bagi Pemerintah Kota Bekasi.
“Maka kerja sama dengan Pemerintah DKI akan coba kami tinjau ulang, termasuk mengkaji proses perjalanan sampah dari Jakarta ke Bekasi, dan proses perjalanannya dari rumah-rumah warga (Bekasi) ke Bantargebang,” kata Nur.(Ant/RJN)









