Kota Bekasi – Anggota DPRD Kota Bekasi, Dariyanto, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan aspirasi warga, khususnya di bidang pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir di wilayah Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.
Dalam kegiatan reses tahun 2025, Dariyanto menekankan pentingnya kesinambungan pembangunan yang benar-benar bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pembangunan jangan berhenti di satu tahap. Harus terus berlanjut dan dijaga hasilnya agar manfaatnya panjang,” ujarnya di hadapan warga, Jumat (7/11/2025).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Apresiasi untuk Warga yang Peduli Pembangunan
Politisi yang dikenal dekat dengan masyarakat ini juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang aktif menjaga hasil pembangunan di lingkungannya.
Ia mencontohkan, warga bersama pengurus masjid di wilayahnya berinisiatif menyampaikan aspirasi terkait rencana penataan ulang tampak depan masjid yang sudah lama diidamkan.
“Warga dan pengurus DKM berterima kasih atas program yang sudah terealisasi. Masjidnya sudah bagus, tapi bagian depan perlu diperbaiki. Semoga bisa kita bantu untuk direview,” kata Dariyanto.
Pembangunan Jalan dan Saluran Rampung di Beberapa Titik
Dariyanto menjelaskan, sejumlah pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan saluran air sudah rampung di beberapa titik wilayah Bekasi Timur.
“Untuk tahun 2025 ini, pekerjaan jalan dan saluran sudah selesai di beberapa lokasi. Selanjutnya, saya juga akan reses di Margahayu, tepatnya di JRW 14 dan JRW 18, untuk memastikan hasilnya langsung di lapangan,” jelasnya.
Ia menyebut, sebagian besar wilayah di enam RT sudah mendapatkan pembangunan, mulai dari jalan, saluran, hingga sekretariat RW. Namun, masih ada satu persoalan klasik yang belum sepenuhnya teratasi, yakni banjir musiman.
“Hampir semua RT sudah dibangun, tapi masih ada beberapa titik langganan banjir, terutama di RT 2, RT 5, dan RT 6. Kendalanya ada pada sistem pembuangan air yang harus melewati perumahan Springfield, dan itu agak rumit,” ungkapnya.
Tantangan Banjir dan Rencana Penanganan 2026
Menurut Dariyanto, wilayah RW 3 menjadi tumpuan aliran air dari beberapa RW lain, termasuk RW 2, sehingga daya tampung salurannya cukup berat.
“RW 3 ini seperti titik kumpul air dari wilayah sekitar. Karena kontur tanahnya rendah, air sering tertahan. Jadi, memang butuh waktu dan upaya besar untuk menyelesaikannya,” ucapnya.
Ia menargetkan persoalan banjir itu bisa mulai ditangani secara bertahap melalui perubahan anggaran tahun 2026.
“Kita usahakan agar kekurangannya bisa masuk di perubahan anggaran 2026. Mudah-mudahan dalam dua tahun ke depan, masalah ini bisa mulai terurai,” katanya optimistis.
Pembangunan Harus Berkelanjutan
Menutup kegiatan resesnya, Dariyanto menegaskan bahwa pembangunan tidak boleh hanya dilihat dari hasil fisik semata.
Lebih penting lagi adalah memastikan manfaat dan keberlanjutan program, agar setiap proyek benar-benar membawa perubahan bagi warga.
“Yang penting bukan sekadar membangun, tapi memastikan hasilnya berkelanjutan. Pemerintah dan masyarakat harus sama-sama menjaga, karena pembangunan yang baik lahir dari kolaborasi,” tandasnya. (Adv)





















