Anggota DPR RI Obon Tabroni: Gubernur Jangan Bikin Kebijakan Aneh-Aneh

- Redaksi

Minggu, 1 Desember 2019 - 11:43 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Anggota DPR RI Obon Tabroni.

i

Anggota DPR RI Obon Tabroni.

RJN, Jakarta – Sikap Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang setelah didesak buruh akhirnya mengubah surat edaran menjadi surat keputusan mendapat tanggapan dari anggota DPR RI yang juga Deputi Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Obon Tabroni.

Menurut Obon, hal ini seharusnya menjadi pelajaran bagi setiap kepala daerah, agar tidak membuat kebijakan yang aneh-aneh dan bertentangan dengan aturan yang ada.

Baca Juga :  BOR Jabar Turun, Ridwan Kamil Usulkan Pengetatan Skala Mikro

“Gara-gara surat edaran yang kontroversial itu, membuat buruh di Jawa Barat resah yang akhirnya menimbulkan kegaduhan dan tidak suasana kondusif. Hal ini justru berdampak negatif pada produktifitas serta mengurangi daya tarik Jawa Barat di mata investor karena atas desakan sekelompok orang mepala daerahnya bisa membuat aturan yang bertentangan hukum,” kata Obon.

foto: doc surat edaran.

“Sikap ini menandakan Gubernur Jawa Barat nggak profesional dan hanya mencari-cari kericuhan.”

Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) ini meminta agar Gubernur mentaati aturan yang ada.

Sebelumnya, Obon Tabroni menanggapi surat cinta yang ditulis Ridwan Kamil dengan mengatakan; buruh tidak butuh surat cinta. Sebab yang dibutuhkan buruh adalah kebijakan nyata untuk menjadi sejahtera.

Baca Juga :  Tetap Beroperasi, Harper Cikarang Bagikan Makan Siang Gratis

“Upah buruh tidak memberatkan pengusaha. Justru yang memberatkan adalah korupsi, perizinan yang berbelit-belit, dan banyaknya pungutan liar,” katanya.

“Jangan karena tidak bisa menertibkan pungutan liar, akhirnya upah buruh yang dikorbankan,” pungkasnya.

(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung Pasar Gratis Peringatan Hari Santri Nasional
PEVS 2026 Siap Digelar, Hadirkan Kendaraan Listrik dan Cashback Rp200 Juta
Dari Resolusi Jihad ke Era Digital, Ini Pesan Plt Bupati Bekasi untuk Santri
Tri Adhianto Tekankan Pentingnya Lingkungan Pesantren yang Aman bagi Santri
Plt Bupati Bekasi Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Berperan dalam Pembangunan
16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Tri Adhianto Matangkan Manajemen Talenta ASN
Toyota Bikin Mobil Makin Pintar, Kini Bisa Diakses Lewat Smartphone

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung Pasar Gratis Peringatan Hari Santri Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 23:26 WIB

PEVS 2026 Siap Digelar, Hadirkan Kendaraan Listrik dan Cashback Rp200 Juta

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dari Resolusi Jihad ke Era Digital, Ini Pesan Plt Bupati Bekasi untuk Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Tri Adhianto Tekankan Pentingnya Lingkungan Pesantren yang Aman bagi Santri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Berita Terbaru