Kadinkes Kabupaten Kesehatan: Walau ada BPJS, Tetap Berpola Hidup Sehat

- Redaksi

Minggu, 17 Desember 2017 - 19:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon menganggarkan APBD tingkat 2 melalui pendataan Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan dengan membagikan Kartu BPJS jenis PBI. Program tersebut langsung memberikan pelayanan pada masyarakat baik tidak mampu maupun kepada masyarakat yang mandiri dalam keikutsertaan BPJS.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Hj. Eni Suhaeni, SKM, M.Kes meminta pada masyarakat untuk berpola hidup sehat agar tidak perlu berobat walaupun memiliki Kartu BPJS. Sedangkan untuk para ibu hamil untuk segera memeriksakan kondisi kandungannya dan mendaftarkan diri dalam program BPJS mandiri atau PBI.

Baca Juga :  1,2 Juta Pekerja di Kabupaten Bekasi Belum Daftarkan BPJS Ketenagakerjaan

“Bagi masyarakat pemegang BPJS khususnya ibu hamil digratiskan biaya persalinan sesuai yang sudah diatur oleh BPJS,” jelasnya saat dihubungi via pesan singkat, Minggu (17/12).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Hj. Eni Suhaeni, bagi bayi yang belum didaftarkan BPJS bisa melalui program Jampersal (Jaminan Persalinan). Karena, di samping memang sudah menjadi kodratnya seorang wanita, juga dalam hal biaya lebih murah bahkan gratis jika menggunakan BPJS Kesehatan aktif.

Baca Juga :  Bupati Acep Purnama: Sulit Melakukan Kecurangan Pemilu

“Jika ada pungutan terhadap pemegang BPJS aktif, masyarakat harus lapor ke kita. Tidak usah takut, tidak usah gak enak, karena anggaran persalinan sudah disiapkan oleh pemerintah Kabupaten Cirebon,” tuturnya.

Baca Juga :  Daftar JKN-KIS Kini Bisa Lewat Via Telepon

Apabila ibu hamil telah memiliki kartu BPJS, maka bisa melahirkan secara gratis. Biaya yang dicover BPJS Kesehatan dengan syarat kartu BPJS-nya aktif. Jika masih ada pungutan, masyarakat harap melaporkannya kepada Dinas Kesehatan.

“Kita langsung tindak lanjuti laporan masyarakat yang valid. Dan kami minta tolong pada masyarakat untuk terus aktif bersinergi agar pelayanan kesehatan pada masyarakat bisa maksimal,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
BPBD Kabupaten Bekasi Kirim 20 Ton Bantuan ke NTT
Semarak HUT Bekasi dan RI, Cibitung Dorong Warga Makin Gemar Berolahraga
IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 16:28 WIB

Demi Keselamatan Siswa, Akses SMAN 20 Bekasi Dibongkar dan Diperlebar 8 Meter

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Berita Terbaru

GIIAS Bandung 2026 siap mengguncang Jawa Barat! Sebanyak 19 merek kendaraan bakal meramaikan pameran, termasuk lima merek baru dan yang kembali hadir. Jangan lewatkan deretan mobil, motor, hingga teknologi otomotif terbaru.

Bandung

GIIAS Bandung 2026 Hadirkan 19 Merek, Ada 5 Merek Baru

Minggu, 6 Sep 2026 - 15:26 WIB