Merasa Dicurangi, Pendukung Calon Tak Terpilih Mendemo

- Redaksi

Senin, 13 November 2017 - 19:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Ratusan warga dari Desa Lebak Mekar mendemo Kantor Kecamatan Greged, Kabupaten Cirebon hari Senin (13/11). Mereka tidak puas karena merasa dicurangi saat pemilihan Kuwu (kepala desa). Mereka meminta pihak Panitia dan BPD untuk membuka kotak suara yang dianggap sarat kecurangan.

Atas kejadian ini, Camat Greged melakukan rapat mediasi antara BPD, Panitia Pilwu dengan massa yang didampingi oleh “KLB Ayo Advocate”. Mediasi tersebut berlangsung sangat tegang dan mendapatkan pengawalan ketat petugas Kepolisian dan TNI.

Agus Prayoga, Kuasa Hukum dari Calon Kuwu Nurdin alias Nung (red. calon tidak terpilih Nomor Urut 1) Desa Lebak Mekar Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon mengatakan, Pemilihan Kuwu ini cacat hukum karena sudah terjadi kecurangan mulai dari jumlah DPT yang tidak sesuai, sampai ada orang luar desa yang ikut memilih dalam Pilwu Desa Lebak Mekar. Bahkan terdapat surat suara yang dicoblos oleh pemilih lain.

Baca Juga :  Warga Gumulung Lebak Terisolasi Akibat Jembatan Ambruk ke Dasar Jurang Sungai Cikanci

“Kami meminta Kotak surat Suara untuk dibuka agar bukti kecurangan bisa didapatkan sehingga rasa keadilan masyarakat terpenuhi, karena Pilwu itu harus adil dan terbuka,” ujarnya saat ditemui awak media.

Sedangkan menurut Juhanda Warga Buah Bedul mengatakan, bahwa dirinya sangat menyayangkan Ketua BPD Lebak Mekar Bambang Suraeni yang dianggap tidak peka akan permasalahan yang terjadi, karena tidak ada langkah untuk keadilan yang diharpakan oleh masyarakat, sehingga dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada Pilwu Lebak Mekar tidak berlarut larut.

“Kami sebagai masyarakat meminta keadilan, karena dalam hal ini pihak BPD dan Panitia Pilwu sangat disayangkan terkesan tidak mau menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada Pilwu Desa Lebak Mekar,” tuturnya.

Baca Juga :  Kota Bekasi Akhirnya Memiliki Gedung Kesenian Representatif

Sedangkan menurut Bambang Suraeni dalam hal ini pihaknya BPD bersama Panitia Pilwu sepakat mengajukan Surat permohonan kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon (red. BPMPD) untuk membuka Kotak surat Suara. Namun dalam hal surat pengajuan permohonan ini, diterima ataupun tidaknya merupakan kewenangan dari Pemerintah Daerah.

“Kami dalam hal ini sepak bersama Panitia untuk mengajukan Surat permohonan pembukaan Kota Suara Pilwu Desa Lebak Mekar pada Pihak Pemerintah Daerah Kabupaten Cirebon,” jelasnya.

Sedangkan menurut Sido Mulyono Ketua Panitia Pemilihan Kuwu Desa Lebak Mekar mengharapkan yang terbaik untuk masyarakat karena tujuan dari Panitia Pilwu untuk melaksanakan mekanisme yang sesuai dengan Peraturan dan perundang undang yang berlaku di Republik Indonesia.

Baca Juga :  Golkar Berkomitmen dan Kesungguhan untuk Maju dalam Pencalonan Walikota Cirebon

“Kami di sini ingin membuktikan pada masyarakat jika Panitia itu netral maka kami pun setuju agar Kotak Surat Suara di buka untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat,” tegasnya.

Sedangkan menurut Ikin Asikin Camat Greged meminta kepada masyarakat dari pendukung Calon Kuwu Nomor Urut 1 untuk pulang, karena pembukaan kotak Suara akan dilaksanakan hari Selasa tanggal 14 September 2017 dan disaksikan oleh panwas Kabupaten.

“Kami akan membuka Kotak surat Suara besok pukul 10.00 WIB disaksikan oleh panwas Kabupaten,” pungkasnya.

Akhirnya ratusan massa yang sedari pagi bertahan di kantor Kecamatan Greged membubarkan diri pukul 16.30 WIB.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami