Fahrul Fauzi: Meningkatnya Laporan Menunjukkan Kesadaran Masyarakat Kian Baik

- Redaksi

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi S.IP., M.Si,

i

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi S.IP., M.Si,

KABUPATEN BEKASI – Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan anak di Kabupaten Bekasi. Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Bekasi, Fahrul Fauzi S.IP., M.Si, menegaskan meningkatnya jumlah laporan kasus bukan berarti kondisi perlindungan anak memburuk, melainkan menunjukkan kesadaran masyarakat untuk melapor semakin meningkat.

Hal itu disampaikan Fahrul saat ditemui pada Kamis (23/7/2026) bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional.

“Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bagi semua pihak untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan inklusif bagi setiap anak,” ujar Fahrul.

Baca Juga :  Bangkitkan Semangat, Kecamatan Cibitung Gerakkan RW 008 Menuju Bina Wilayah

Ia menjelaskan, banyaknya laporan yang masuk ke UPTD PPA tidak bisa langsung dikaitkan dengan predikat Kabupaten Bekasi sebagai Kabupaten Layak Anak.

“Justru semakin banyak kasus yang dilaporkan menunjukkan masyarakat sudah semakin sadar dan berani melapor ketika terjadi kekerasan seksual, bullying, maupun bentuk kekerasan lainnya terhadap anak,” katanya.

Berdasarkan data UPTD PPA, sepanjang tahun 2025 tercatat 368 kasus yang ditangani, dengan mayoritas merupakan kasus yang melibatkan anak.

Sementara pada Januari hingga Juni 2026, terdapat 211 kasus yang masuk, terdiri dari 100 kasus perempuan dan 111 kasus anak. Fahrul menambahkan, hingga akhir Juli jumlah kasus anak yang tercatat telah mencapai sekitar 119 kasus.

Baca Juga :  Pemkab Bekasi Genjot Tata Kelola Data, Targetkan Statistik Sektoral Makin Akurat dan Berkualitas

Menurutnya, Kabupaten Bekasi sebagai kawasan industri dengan jumlah penduduk yang besar dan heterogen memiliki kompleksitas persoalan yang cukup tinggi. Karena itu, ia meyakini masih ada kasus yang belum terungkap.

“Ibarat fenomena gunung es, yang terlihat di permukaan mungkin hanya sebagian. Masih ada kemungkinan kasus yang belum dilaporkan,” ujarnya.

Fahrul mengajak masyarakat untuk tidak takut melapor apabila mengetahui atau mengalami tindak kekerasan terhadap anak, termasuk kekerasan seksual, perundungan (bullying), penelantaran, maupun bentuk kekerasan lainnya.

Ia juga mengungkapkan masih banyak korban anak yang takut menjalani proses hukum karena merasa khawatir saat harus berhadapan dengan aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Tri Adhianto: Bermimpi Kali Taman Suplesi Jadi Destinasi Air Romantis di Venezia Italia

“Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah dan kepolisian agar proses pendampingan maupun pemeriksaan dilakukan dengan pendekatan yang lebih ramah anak, sehingga mereka tidak merasa takut,” jelasnya.

Selain penanganan kasus, UPTD PPA Kabupaten Bekasi terus menggencarkan upaya pencegahan melalui sosialisasi ke sekolah, desa, dan kelurahan mengenai perlindungan anak serta pencegahan kekerasan.

“Kami berharap seluruh masyarakat memiliki kepedulian dan keberanian untuk melapor. Perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama,” tutup Fahrul.

(*?

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hari Anak Nasional, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Soroti Perlindungan Anak
PAD Kota Bekasi Baru 85 Persen, PKS: WTP Tak Boleh Jadi Alasan Berpuas Diri
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Tanggapi Aspirasi Pegawai, Perumda Tirta Bhagasasi Pastikan Layanan Air Tetap Normal
1.564 Anggota BPD Dilantik, Asep Surya Atmaja Tegaskan Netralitas dan Kolaborasi Desa
Asep Sebut SK Anggaran Pilkades Sudah Ditandatangani, Pemkab Bekasi Siapkan Rp59 Miliar
Tri Adhianto Tinjau Relokasi Pedagang Pasar Baru, Pemkot Siapkan Kanopi dan Eskalator
Enam Hari Aniaya dan Sekap Kekasih, Pria di Bekasi Ditangkap Saat Kabur ke Matraman

Berita Terkait

Kamis, 23 Juli 2026 - 17:44 WIB

Fahrul Fauzi: Meningkatnya Laporan Menunjukkan Kesadaran Masyarakat Kian Baik

Kamis, 23 Juli 2026 - 16:12 WIB

Hari Anak Nasional, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Soroti Perlindungan Anak

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:43 WIB

PAD Kota Bekasi Baru 85 Persen, PKS: WTP Tak Boleh Jadi Alasan Berpuas Diri

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Rabu, 22 Juli 2026 - 15:09 WIB

Tanggapi Aspirasi Pegawai, Perumda Tirta Bhagasasi Pastikan Layanan Air Tetap Normal

Berita Terbaru

Jajaran manajemen Geely Auto Indonesia berfoto bersama Geely Coolray di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok. SUV bermesin bensin (ICE) pertama Geely di Indonesia ini resmi memasuki masa pre-book menjelang peluncuran harga pada GIIAS 2026.

Otomotif

Geely Buka Pre-Book Coolray, SUV ICE Pertama di Indonesia

Kamis, 23 Jul 2026 - 14:32 WIB