oleh

Warga Gumulung Lebak Terisolasi Akibat Jembatan Ambruk ke Dasar Jurang Sungai Cikanci

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Akses masyarakat Gumulung Lebak Kecamatan Greged Kabupaten Cirebon menjadi terputus karena ambruknya jembatan sepanjang 12 meter ke sungai Cikanci. Akibatnya, sudah dua hari masyarakat yang ingin menemui sanak famili, belanja ke pasar, maupun ke sekolah, harus rela memutar dua desa, yakni Desa Sindangkempeng dan Desa Nanggela.

Menurut warga setempat, kejadian berawal ketika hujan lebat, air sungai meluap. Akibatnya, struktur pondasi jembatan menjadi longsor yang terjadi pada Jumat (23/2) sore hari pukul 16.00 WIB. Dan ambruknya jembatan terjadi tepat pada pukul 22.30 WIB.

Sedangkan menurut Ucup selaku Kaur Ekbang Desa setempat mengatakan, dirinya sangat menyesalkan telatnya respons dari pemerintah. Padahal, kondisi jembatan sudah dilaporkan satu tahun sebelumnya, yang dikarenakan struktur penyangga sudah rusak dari tahun kemarin.

“Sebetulnya pihak Pemerintah Desa sangat kecewa khususnya Pak Kuwu. Pada saat ada kunjungan dari Pemda yang datang untuk meninjau jembatan yang ambruk, Kuwu awalnya enggan menemui plt Bupati dan Dinas PU PR Kabupaten Cirebon sehari setelah Kejadian ambruknya jembatan, karena merasa kecewa pengajuan tidak diindahkan oleh Pemerintah Daerah maupun pusat sehingga terkesan menunggu ambruk,” jelasnya saat ditemui di sela-sela gotong royong pembuatan jembatan dari bambu dan pohon kelapa, Minggu (25/2).

Masih menurut Ucup, sekarang warga terisolasi akibat lambannya perhatian dari Pemerintah. Padahal, musibah ini bisa diantisipasi jika saja pihak-pihak terkait mau menerima ajuan pembangunan jembatan yang sangat vital ini.(Ymd/RJN)

Komentar

News Feed