oleh

Keberadaan Titik Penjemputan Angkutan Online Masih Dirasa Kurang Efektif

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Keberadaan tiang-tiang yang berfungsi sebagai titik penjemputan angkutan online di beberapa titik di Kota Cirebon, ternyata masih dirasakan kurang efektif, terutama bagi konsumen angkutan online.

Sejak dipasang pada tanggal 17 September 2017 lalu, pemasangan tersebut merupakan upaya pemerintah agar angkutan online dan konvensional di Kota Cirebon bisa jalan bersama-sama. Namun, imbasnya kepada kenyamanan konsumen.

Menurut salah satu driver angkutan online, Arif atau yang akrab disapa Ayip menjelaskan, keberadaan titik penjemputan tersebut membuat konsumen merasa hak perlindungannya berkurang. Titik penjemputan tersebut membuat konsumen harus berjalan dahulu menuju tempat penjemputan untuk mendapatkan angkutan online.

Hal tersebut membuat dirinya juga merasa khawatir para konsumen akan komplain karena pelayanannya. Apalagi menurutnya, yang kebanyakan komplain adalah konsumen dari luar kota.

“Itu adalah pembatasan hak konsumen, bukan driver. Jadi, dengan adanya titik penjemputan ini bisa membuat konsumen tidak nyaman,” jelasnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (13/3) malam.

Apalagi, lanjut Ayip, titik-titik penjemputan tersebut kebanyakan dipasang di daerah-daerah yang lumayan strategis, seperti sekolah, terminal, stasiun, dan mall. Karena itu, konsumen yang tidak mengetahui adanya titik penjemputan tersebut akan protes atau komplain.

“Jarak antara titik penjemputan dengan lokasi konsumen sekitar 100 sampai 200 meter. Konsumen harus berjalan dulu ke titik penjemputan. Ini yang bikin gak efektif dan gak nyaman buat konsumen,” tuturnya.

Sedangkan menurut salah satu konsumen pengguna angkutan online Mayang (21) mengatakan, dirinya merasa lelah jika harus berjalan dahulu menuju titik penjemputan. Apalagi tempatnya cukup jauh meskipun hanya 100 hingga 200 meter.

“Sama aja bohong jadinya. Udah kayak konvensional aja,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Komentar

News Feed