Keberadaan Titik Penjemputan Angkutan Online Masih Dirasa Kurang Efektif

- Redaksi

Rabu, 14 Maret 2018 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Keberadaan tiang-tiang yang berfungsi sebagai titik penjemputan angkutan online di beberapa titik di Kota Cirebon, ternyata masih dirasakan kurang efektif, terutama bagi konsumen angkutan online.

Sejak dipasang pada tanggal 17 September 2017 lalu, pemasangan tersebut merupakan upaya pemerintah agar angkutan online dan konvensional di Kota Cirebon bisa jalan bersama-sama. Namun, imbasnya kepada kenyamanan konsumen.

Menurut salah satu driver angkutan online, Arif atau yang akrab disapa Ayip menjelaskan, keberadaan titik penjemputan tersebut membuat konsumen merasa hak perlindungannya berkurang. Titik penjemputan tersebut membuat konsumen harus berjalan dahulu menuju tempat penjemputan untuk mendapatkan angkutan online.

Baca Juga :  Nafkahi 8 Anak, Suanda Mengais Rezeki Sebagai Pengepul Sampah

Hal tersebut membuat dirinya juga merasa khawatir para konsumen akan komplain karena pelayanannya. Apalagi menurutnya, yang kebanyakan komplain adalah konsumen dari luar kota.

“Itu adalah pembatasan hak konsumen, bukan driver. Jadi, dengan adanya titik penjemputan ini bisa membuat konsumen tidak nyaman,” jelasnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (13/3) malam.

Baca Juga :  Dana Desanya Di Blokir 1.5 Tahun, Bagaimana Nasib Kuwu Di Cirebon ini??

Apalagi, lanjut Ayip, titik-titik penjemputan tersebut kebanyakan dipasang di daerah-daerah yang lumayan strategis, seperti sekolah, terminal, stasiun, dan mall. Karena itu, konsumen yang tidak mengetahui adanya titik penjemputan tersebut akan protes atau komplain.

“Jarak antara titik penjemputan dengan lokasi konsumen sekitar 100 sampai 200 meter. Konsumen harus berjalan dulu ke titik penjemputan. Ini yang bikin gak efektif dan gak nyaman buat konsumen,” tuturnya.

Baca Juga :  Ungkap Kasus Pembunuhan Santri, Polres Cirebon Kota Diganjar Penghargaan

Sedangkan menurut salah satu konsumen pengguna angkutan online Mayang (21) mengatakan, dirinya merasa lelah jika harus berjalan dahulu menuju titik penjemputan. Apalagi tempatnya cukup jauh meskipun hanya 100 hingga 200 meter.

“Sama aja bohong jadinya. Udah kayak konvensional aja,” pungkasnya.(Juf/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung
Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi
Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban
445 Jamaah Haji Bekasi Dilepas, Fokus Kesehatan Hadapi Cuaca Arab Saudi
SATU PINTU Resmi Aktif, Warga Bekasi Kini Urus Perizinan Online 24 Jam
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Salat Id di Bekasi, Kawasan Grand Wisata Padat

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:55 WIB

KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:06 WIB

JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:30 WIB

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Hari Pertama Langsung Diserbu Pengunjung

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:27 WIB

Siqom Tancap Gas Bentuk DPRt NasDem di 187 Desa dan Kelurahan Kabupaten Bekasi

Senin, 27 April 2026 - 22:00 WIB

Tabrakan Kereta Bekasi Timur, Wali Kota Tinjau Lokasi Evakuasi Korban

Berita Terbaru