Warga Dusun Desa Kanci Kulon Terserang Penyakit Scabies

- Redaksi

Kamis, 7 September 2017 - 16:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Empat anak dan satu orang dewasa diduga terserang penyakit scabies. Kelimanya adalah warga Dusun 03, RT 03 RW 04, Desa Kanci Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon.

Tiga dari lima yang terserang penyakit menular itu telah sembuh, yang dintaranya seorang dewasa. Penyakit itu muncul berawal pada saat terjadi bencana banjir bandang pada awal tahun 2017, yang menerjang desa tersebut.

Kelima diduga penderita scabies itu diantaranya masih satu keluarga dan sisanya tetangga satu kompleks. Seperti yang dikatakan Hendris (35), dirinya mengaku pernah terserang penyakit kulit yang mengakibatkan sekujur tubuhnya gatal-gatal, hingga mengalami ciri fisik seperti yang dialami penderita penyakit scabies tersebut.

Namun, saat ini dia telah sembuh dari penyakit yang disebabkan oleh tungau atau kutu kecil yang hanya bisa dilihat dengan alat mikroskop itu. Sebelumnya, anaknya yang bernama Muhamad Haikal (3) ‎terlebih dahulu mengalami penyakit yang sama dengan ayahnya. Anaknya sempat sembuh, tapi saat ini kambuh lagi, bahkan kakak dari Haikal bernama Dewi (9) ketularan.

Baca Juga :  Berkali-Kali Mengajukan, Kini Keluarga Suha Miliki KK Baru

“Sebelum saya anak saya dulu. Gatalnya sampai di sekujur tubuh. Saat itu setiap hari diberi bedak dari tepung singkong, dan dibalur minyak. Kurang sebulan sembuh. Tapi saat ini kambuh lagi. Saya kira campak, tapi kata dokter bukan. Itu penyakit menular,” tuturnya.

Hal yang sama dialami Inggit (1), anak dari Neni yang tidak lain adalah adik ipar Hendris juga menderita penyakit yang sama. Bahkan saat ini, bocah berjenis kelamin perempuan itu, luka akibat penyakit diduga scabies tersebut terlihat‎ di sekujur tubunhya.

Baca Juga :  Warga RW 07 Kelurahan Pengasinan Dibuat Kesal Oleh Rahmat Effendi

Paling mencolok di bagian kaki dan sela-sela jari kaki, yang terlihat masih memerah akibat iritasi kulit dan banyak benjolan-benjolan berisi air seperti nanah bening.

“Saya sudah periksakan anak ke dokter spesialis kulit. Sampai habis Rp800 ribu. Katanya ini penyakit menular‎,” terang Neni, ibunda Inggit.

Selain mereka, tetangganya pun banyak yang terkena penyakit diduga scabies itu, yang kebanyakan penderitanya adalah anak-anak kecil.‎ Sampai saat ini belum ada pengecekan atau pemeriksaan langsung di lokasi dari Puskesmas setempat.(ziz/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!
Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur
Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan
Longsor Maut, Tambang Ditutup!
Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan
Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!
Korban Eks Perawat Didampingi Polisi dan Komnas Perlindungan Anak
Pemprov dan Pemkab Cirebon Kolaborasi Tangani Jalan Rusak

Berita Terkait

Senin, 15 September 2025 - 16:00 WIB

Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:46 WIB

Tragedi Gunung Kuda! Jasamarga Kerahkan Derek Raksasa Angkat Truk- truk Terkubur

Sabtu, 31 Mei 2025 - 15:08 WIB

Gunung Kuda Kembali Bergemuruh, Tim SAR Nyaris Jadi Korban Longsor Susulan

Jumat, 30 Mei 2025 - 20:00 WIB

Longsor Maut, Tambang Ditutup!

Jumat, 30 Mei 2025 - 16:09 WIB

Gunung Kuda Murka, Dedi Mulyadi: Tambang Tanpa Etika adalah Kejahatan

Berita Terbaru

Rapat koordinasi rencana pembangunan PSEL di TPA Burangkeng yang diikuti jajaran Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara secara daring di Command Center Diskominfosantik, Selasa (14/4/2026).

Pemerintahan

PSEL TPA Burangkeng Bekasi Siap Dilelang, Target Operasi 2028

Selasa, 14 Apr 2026 - 20:21 WIB

Anda Kurang Beruntung !