KABUPATEN BEKASI – Semangat menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kabupaten Bekasi ke-76 terlihat di lingkungan RT 02 RW 013, Kelurahan Jatimulya, Kecamatan Tambun Selatan.
Warga setempat menggelar Lomba Gang dengan menampilkan berbagai upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, hijau, dan nyaman.
Lomba tersebut turut menjadi momentum bagi Lurah Jatimulya, Acep Abdi Eka Pradana, untuk menyapa warga sekaligus melihat langsung kondisi lingkungan. Penilaian mencakup sejumlah aspek, mulai dari pemasangan bendera dan gapura, kondisi drainase, penerangan, kebersihan, atribut gang, marka jalan, penghijauan, lingkungan ramah anak hingga keindahan kawasan.
Acep mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan untuk menentukan pemenang. Menurutnya, Lomba Gang harus menjadi sarana membangun kesadaran warga agar menjaga lingkungan secara berkelanjutan.
“Ini bukan hanya soal lomba kebersihan. Yang paling penting adalah bagaimana kita sama-sama menyadari tentang pengelolaan lingkungan dan sampah,” ujar Acep, Minggu (16/8/2026).
Ia menilai, kesadaran masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah dapat membuat lingkungan lebih tertata sekaligus mengurangi jumlah residu yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir.
Kelurahan Jatimulya sebelumnya juga meraih Juara III Lomba Kebersihan tingkat Kabupaten Bekasi. Salah satu wilayah yang dinilai berhasil menjadi percontohan adalah RW 018, Griya Timur Indah (GTI).
Di wilayah tersebut, pengelolaan sampah dilakukan mulai dari rumah tangga, kemudian dikembangkan di tingkat RT dan berkoordinasi dengan RW. Sampah dipilah untuk mendapatkan nilai ekonomis, termasuk melalui budidaya maggot dan pengolahan sampah plastik dengan cara dipres.
“Di Griya Timur Indah, pengelolaan sampah dilakukan dari rumah ke rumah, kemudian dikelola di tingkat RT dan berkoordinasi dengan RW. Sampah sudah dipilah dan memiliki nilai ekonomis,” katanya.
Acep berharap pola pengelolaan tersebut dapat diterapkan di lingkungan lain, termasuk RT 02 RW 013. Selain menciptakan lingkungan yang bersih, pengelolaan sampah yang tepat dinilai berpotensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ia juga mendorong pengurus RT dan RW bersama warga membangun sistem pengelolaan sampah yang dimulai dari rumah masing-masing.
“Harapan saya, RW dan RT di wilayah RW 013 ini bisa kompak. Kalau sudah dimulai dari hal kecil, seperti memilah sampah dari rumah, kemudian dikelola bersama, insyaallah manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Tak hanya soal sampah, warga juga didorong memanfaatkan lahan terbatas di sekitar rumah untuk penghijauan. Lahan sempit dapat digunakan untuk tanaman obat keluarga, tanaman buah maupun kegiatan budidaya yang memberikan manfaat langsung bagi warga.
Menurut Acep, sejumlah lingkungan di Jatimulya telah mengembangkan konsep apotek hidup, penghijauan di lahan terbatas hingga budidaya ikan.
“Dari kita, untuk kita, dan oleh kita. Ketika lingkungan dikelola bersama, hasilnya juga bisa dirasakan bersama oleh warga,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT 02 RW 013, H. Sakim Mu’minin, mengatakan keberagaman warga menjadi salah satu kekuatan dalam membangun kebersamaan di lingkungannya.
Menurutnya, warga RT 02 berasal dari berbagai daerah dan latar belakang, namun mampu hidup berdampingan dalam semangat persatuan.
“Dengan kemajemukan yang ada di RT 02, warga dari Jawa, Sunda, Batak, Tionghoa dan berbagai latar belakang lainnya berkumpul di sini. Ini menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika, tetapi tetap satu Indonesia,” katanya.
Sakim berharap Lomba Gang tidak berhenti pada penilaian dan perebutan juara. Ia ingin kebersihan, penghijauan, keindahan dan kenyamanan lingkungan menjadi kebiasaan yang terus dijaga warga.
“Semangat kemerdekaan kita wujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan, kebersamaan warga, serta gotong royong dalam menciptakan kawasan permukiman yang semakin bersih, hijau, nyaman, dan asri,” pungkasnya.
(*)










