500 Pemuda Berkumpul di Jakarta, GPPN Dorong Kolaborasi dan Jaga Kebinekaan

- Redaksi

Rabu, 30 September 2026 - 20:14 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Koordinator Nasional GPPN Nasky Putra Tandjung menyampaikan deklarasi dalam kegiatan Deklarasi Nasional dan Rakernas GPPN di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 pemuda dari berbagai wilayah. /Dok. GPPN

i

Koordinator Nasional GPPN Nasky Putra Tandjung menyampaikan deklarasi dalam kegiatan Deklarasi Nasional dan Rakernas GPPN di Jakarta, Rabu (30/9/2026). Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 500 pemuda dari berbagai wilayah. /Dok. GPPN

JAKARTA – Sekitar 500 pemuda dari berbagai wilayah menghadiri Deklarasi Nasional dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Generasi Pemuda Presisi Nusantara (GPPN) di Park Hotel, Jakarta, Rabu (30/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penyusunan sejumlah program kepemudaan yang akan diarahkan pada kegiatan sosial, pendidikan, literasi, kebangsaan, hingga pengembangan jejaring pemuda di berbagai daerah.

Mengangkat tema “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara”, GPPN mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koordinator Nasional GPPN, Nasky Putra Tandjung, mengatakan keberagaman Indonesia harus menjadi kekuatan dalam membangun kolaborasi antarpemuda.

“Perbedaan suku, agama, ras, budaya, dan daerah harus menjadi kekuatan untuk memperkokoh persatuan, bukan menjadi alasan untuk terpecah,” kata Nasky dalam keterangannya di Jakarta.

Menurut dia, organisasi kepemudaan perlu menyediakan ruang yang terbuka bagi generasi muda untuk bertukar gagasan, meningkatkan kapasitas, sekaligus menjalankan kegiatan yang bermanfaat bagi lingkungan.

Karena itu, GPPN membawa sejumlah nilai kebangsaan, di antaranya Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Negara Kesatuan Republik Indonesia, demokrasi, serta nilai Presisi dalam menjalankan aktivitas organisasi.

Dari Deklarasi ke Program

Rakernas GPPN tidak hanya membahas konsolidasi internal, tetapi juga diarahkan untuk menyusun program yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Beberapa bidang yang menjadi perhatian meliputi penguatan karakter, pengabdian sosial, literasi demokrasi dan kebangsaan, kepemimpinan, literasi digital, serta pemberdayaan pemuda.

Nasky menegaskan, deklarasi harus dilanjutkan dengan kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga :  Contraflow Japek Arah Jakarta Diberlakukan! Cek Titik & Waktu Mulainya

“Semangat deklarasi harus diterjemahkan menjadi kerja nyata melalui kegiatan sosial, edukasi, literasi, pengembangan kapasitas, pemberdayaan, dan kolaborasi,” ujarnya.

Program pengabdian masyarakat nantinya akan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah, termasuk kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Dorong Literasi di Ruang Digital

Perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi salah satu perhatian dalam agenda GPPN.

Organisasi tersebut mendorong pemuda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi mampu memanfaatkan ruang digital secara produktif dan bertanggung jawab.

Literasi yang dikembangkan mencakup sejumlah bidang, mulai dari digital, kebangsaan, demokrasi, hukum, sosial, budaya hingga isu kepemudaan.

“Pemuda harus memiliki kemampuan memilah informasi, menghargai perbedaan pandangan, mengedepankan dialog, dan menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab,” kata Nasky.

GPPN juga mendorong budaya diskusi yang sehat serta menghindari penyebaran informasi yang belum terverifikasi.

Bangun Jejaring GPPN Satu Nusantara

Selain program kerja, GPPN mulai mengembangkan jejaring melalui konsep GPPN Satu Nusantara.

Jejaring tersebut dirancang bertahap mulai tingkat nasional, provinsi, kabupaten/kota hingga kecamatan atau komunitas dengan mempertimbangkan ketentuan hukum, tata kelola organisasi, serta kesiapan sumber daya di setiap wilayah.

Nasky menegaskan, pengembangan jejaring bukan sekadar memperbesar struktur organisasi.

“GPPN Satu Nusantara bukan sekadar tentang membangun struktur organisasi, tetapi membangun jejaring kolaborasi pemuda dari berbagai daerah agar dapat saling menguatkan dan memberikan kontribusi sesuai kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Melalui jejaring tersebut, pemuda di berbagai daerah diharapkan dapat bertukar pengalaman, mengembangkan gagasan, serta menjalankan kegiatan sesuai persoalan yang dihadapi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Jasa Marga Raih Dua Penghargaan Bergengsi di Ajang TOP Human Capital Awards 2024

Empat Arah Gerakan

Dalam menjalankan aktivitasnya, GPPN membagi gerakan organisasi ke dalam empat fokus utama.

Pertama, Pemuda Bergerak, yang diarahkan pada kegiatan sosial, kerelawanan, kreativitas, dan partisipasi pemuda.

Kedua, Presisi Mengabdi, yang mengedepankan nilai Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan dalam kegiatan pengabdian.

Ketiga, Literasi Nusantara, yang berfokus pada peningkatan pemahaman pemuda mengenai kebangsaan, demokrasi, hukum, sosial, digital, budaya, dan kepemudaan.

Keempat, Pemuda Bersatu Jaga Nusantara, yang diarahkan untuk memperkuat kebinekaan, dialog lintas komunitas, pelestarian budaya, kewirausahaan, ekonomi kreatif, keterampilan, dan pemberdayaan pemuda.

Nilai Presisi dalam Gerakan Pemuda

Nasky mengatakan nilai Presisi juga menjadi bagian dari upaya membangun budaya organisasi GPPN.

Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan dimaknai sebagai prinsip untuk membaca persoalan, merespons kebutuhan masyarakat, serta menjaga keterbukaan dan akuntabilitas.

“Nilai Presisi bukan sekadar istilah, tetapi semangat untuk membangun budaya pengabdian yang mampu membaca persoalan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta mengedepankan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan,” jelasnya.

Nasky yang juga merupakan penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat menyebut semangat tersebut dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan kepemudaan.

Ia juga menyinggung pentingnya pelayanan publik, keamanan dan ketertiban masyarakat, serta kepercayaan publik terhadap lembaga yang menjalankan tugas pelayanan.

Doakan Kapolri

Dalam kesempatan tersebut, Nasky turut menyampaikan doa bagi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Ia berharap Kapolri diberikan kesehatan, keselamatan, kekuatan, serta kelancaran dalam menjalankan amanah kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Baca Juga :  Longsor Maut, Tambang Ditutup!

“Kami mendoakan semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, keselamatan, keberkahan, umur yang panjang dalam kebaikan, serta kelancaran kepada Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., dalam menjalankan amanah dan pengabdiannya,” ujar Nasky.

Siapkan Generasi Menuju 2045

GPPN juga menempatkan pengembangan kapasitas generasi muda sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.

Menurut Nasky, pemuda perlu memiliki karakter kebangsaan sekaligus kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan sosial, ekonomi, teknologi, dan berbagai perubahan lingkungan strategis.

“Generasi muda harus dipersiapkan bukan hanya sebagai penerima estafet kepemimpinan, tetapi sebagai generasi yang sejak sekarang mampu berkontribusi melalui pendidikan, inovasi, kewirausahaan, kegiatan sosial, literasi, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat,” katanya.

GPPN selanjutnya membuka ruang kerja sama dengan berbagai unsur masyarakat dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan program kepemudaan yang produktif, inklusif, dan berkelanjutan.

Deklarasi Nasional dan Rakernas di Jakarta menjadi langkah awal bagi GPPN untuk memperkuat konsolidasi, menyusun program kerja, sekaligus memperluas jejaring organisasi di berbagai daerah.

Nasky berharap agenda tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi berlanjut dalam bentuk aktivitas nyata di tengah masyarakat.

“Pemuda harus mampu hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, menghormati demokrasi, merawat kebinekaan, dan memberikan kontribusi sesuai kapasitas masing-masing,” pungkasnya.

Semangat tersebut dirangkum GPPN melalui jargon “Pemuda Bergerak, Presisi Mengabdi, Bersatu Jaga Nusantara.”

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

GIFA-METEC Indonesia 2026 Berakhir, 6.000 Pelaku Industri Intip Teknologi Masa Depan
XLSMART Borong 4 Penghargaan Nasional, dari Bisnis hingga Pemberdayaan Perempuan
XLSMART Rekrut 850 Talenta Muda, Target Tembus 1.000 Orang hingga Akhir 2026
Tak Perlu Turun dari Kasur, Vasaka Hotel Jakarta Punya Cara Baru Nikmati Sarapan
Perdana di Automechanika Jakarta, Schaeffler Buka Gebrakan Baru di Pasar Motor Indonesia
Dua Tim SMK Nusantara Lolos Final Nasional AXIS Nation Cup 2026
Purbaya Diganti, Penggagas Parlemen Bayangan Desak DPR Panggil Presiden
DPR Soroti Pengelolaan SDA, MIND ID Didorong Perkuat Peran Negara

Komentar

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 20:14 WIB

500 Pemuda Berkumpul di Jakarta, GPPN Dorong Kolaborasi dan Jaga Kebinekaan

Selasa, 29 September 2026 - 12:40 WIB

GIFA-METEC Indonesia 2026 Berakhir, 6.000 Pelaku Industri Intip Teknologi Masa Depan

Senin, 28 September 2026 - 18:11 WIB

XLSMART Borong 4 Penghargaan Nasional, dari Bisnis hingga Pemberdayaan Perempuan

Sabtu, 26 September 2026 - 18:00 WIB

XLSMART Rekrut 850 Talenta Muda, Target Tembus 1.000 Orang hingga Akhir 2026

Jumat, 25 September 2026 - 17:04 WIB

Tak Perlu Turun dari Kasur, Vasaka Hotel Jakarta Punya Cara Baru Nikmati Sarapan

Berita Terbaru