KABUPATEN BEKASI – Musim kemarau yang semakin panjang mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Bekasi. Sedikitnya 2.416 kepala keluarga (KK) kini mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan yang melanda enam desa di tiga kecamatan.
Sebagai langkah tanggap darurat, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi bersama Palang Merah Indonesia (PMI) dan Delta Mas terus memperluas distribusi bantuan air bersih. Hingga Minggu (12/7/2026) pukul 23.00 WIB, total 575.000 liter air bersih telah disalurkan ke 20 titik distribusi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan penyaluran dilakukan berdasarkan hasil pemantauan lapangan dan usulan dari pemerintah desa yang terdampak.
“Distribusi air bersih terus kami lakukan sesuai hasil asesmen agar kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh air dapat segera terpenuhi,” kata Dodi.
Enam desa yang terdampak berada di tiga kecamatan, yakni Desa Ridogalih di Kecamatan Cibarusah, Desa Nagasari di Kecamatan Serang Baru, serta Desa Sukamukti, Sukabungah, Medalkrisna, dan Karang Indah di Kecamatan Bojongmangu.
Menurut data BPBD, wilayah-wilayah tersebut menjadi prioritas penanganan karena mengalami penurunan pasokan air bersih selama musim kemarau.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, BPBD menjadi penyumbang terbesar dengan mendistribusikan 380.000 liter air bersih. Sementara PMI menyalurkan 170.000 liter dan Delta Mas memberikan bantuan sebanyak 25.000 liter.
Dodi menegaskan, penanganan kekeringan dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak, termasuk Perumda Tirta Bhagasasi sebagai penyedia air bersih, pemerintah desa, kecamatan, PMI, hingga sektor swasta.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD juga terus melakukan pemantauan terhadap potensi meluasnya wilayah terdampak mengingat puncak musim kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga September 2026.
Masyarakat pun diimbau menggunakan air secara bijak dan segera melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih.
“Kami memastikan personel, armada, dan stok air bersih tetap siap. Jika ada wilayah baru yang terdampak, distribusi akan segera dilakukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Dodi.
Dengan musim kemarau yang diperkirakan masih berlangsung beberapa bulan ke depan, BPBD memastikan layanan distribusi air bersih akan terus disiagakan untuk mengantisipasi bertambahnya wilayah yang mengalami krisis air.
(Advertorial)










