KABUPATEN BEKASI – Kasus dugaan salah prosedur vaksinasi yang menimpa seorang bayi berusia sembilan bulan di Kota Bekasi menjadi sorotan publik. Menyikapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi PKB, Ahmadi Madong, meminta Dinas Kesehatan segera memperketat standar pelayanan vaksinasi di seluruh puskesmas.
Menurut Ahmadi, setiap tenaga kesehatan wajib melakukan pemeriksaan berlapis (double check) sebelum memberikan vaksin kepada balita. Langkah itu dinilai penting untuk memastikan jenis vaksin, jadwal imunisasi, hingga identitas pasien telah sesuai.
“Harus ada double check. Tenaga medis harus memastikan kembali kepada orang tua, vaksin apa yang akan diberikan dan riwayat imunisasi anak sebelumnya. Jangan sampai ada kesalahan prosedur,” kata Ahmadi saat menggelar Reses II di RW 12, Kelurahan Jatimekar, Kecamatan Jatiasih, Kamis (9/7/2026).
Politisi yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Bekasi itu mengatakan, evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh agar insiden serupa tidak kembali terjadi.
Ia meminta seluruh 53 Puskesmas di Kota Bekasi menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat sebelum proses imunisasi dilakukan.
“Saya meminta seluruh puskesmas menerapkan double check sebelum vaksinasi. Keselamatan pasien harus menjadi prioritas sehingga dugaan salah vaksinasi tidak terulang lagi,” tegasnya.
Meski meminta evaluasi menyeluruh, Ahmadi mengimbau masyarakat tidak lantas takut membawa anaknya untuk mengikuti program imunisasi.
Menurutnya, vaksinasi tetap merupakan program kesehatan nasional yang terbukti penting untuk melindungi anak dari berbagai penyakit berbahaya. Yang perlu diperkuat adalah disiplin dalam menjalankan prosedur pelayanan.
“Jangan takut membawa anak untuk divaksin. Pemerintah tentu akan memastikan pelayanan vaksinasi berjalan aman. Imunisasi tetap penting agar anak-anak tumbuh sehat dan terlindungi dari berbagai penyakit,” pungkasnya.
Kasus dugaan salah prosedur vaksinasi sebelumnya mencuat setelah seorang bayi berusia sembilan bulan di Puskesmas Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, dilaporkan mengalami kejang dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa tersebut kini menjadi perhatian publik dan mendorong berbagai pihak meminta evaluasi terhadap pelayanan vaksinasi di Kota Bekasi.
(*)










