KABUPATEN BEKASI – Polemik keterbatasan daya tampung peserta didik baru di SMP Negeri 7 Cibitung belum menemui titik terang. Pada Rabu (8/7), warga Desa Muktiwari kembali mendatangi sekolah tersebut.
Mereka sempat menutup pintu gerbang sekolah sebagai bentuk protes karena masih banyak calon siswa yang belum diterima.
Aksi berlangsung kondusif dan dikawal Babinsa Bimaspol. Hadir mendampingi warga di antaranya Kaur Kesejahteraan Rakyat Desa Muktiwari Mulyadi, BPD Desa Muktiwari terpilih Anen Cerdik Parwoto (ACP), Widi Dwi, Abdul Acim, Koordinator Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI) Sutarno, Karang Taruna, para Ketua RT/RW, serta tokoh masyarakat.
Dalam aksi tersebut, warga meminta Pemerintah Kabupaten Bekasi segera menambah kapasitas penerimaan siswa di SMP Negeri 7 Cibitung. Mereka menilai banyak anak terancam tidak bisa bersekolah di sekolah negeri yang lokasinya paling dekat dengan tempat tinggal mereka.
Perwakilan warga kemudian diterima Kepala SMP Negeri 7 Cibitung, Dra. Susilowati, M.M. Dalam pertemuan itu, pihak sekolah menjelaskan hasil koordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi. Sekolah disebut hanya mampu menerima tambahan 15 siswa.

Menurut pihak sekolah, keterbatasan ruang kelas dan jumlah tenaga pendidik menjadi alasan belum memungkinkan dibukanya rombongan belajar (rombel) baru.
Kaur Kesra Desa Muktiwari, Mulyadi, mengatakan pemerintah desa hadir untuk memastikan penyampaian aspirasi masyarakat berjalan tertib tanpa mengganggu kegiatan belajar mengajar.
“Kami memahami kondisi sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas. Namun kami berharap pemerintah daerah segera memberikan solusi karena pendidikan merupakan hak dasar setiap anak,” kata Mulyadi.
Sementara itu, BPD Desa Muktiwari terpilih, Anen Cerdik Parwoto (ACP), menegaskan aksi warga bukan ditujukan kepada pihak sekolah. Menurutnya, sekolah juga menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pengajar.
“Persoalan utamanya bukan di sekolah, melainkan kebutuhan ruang belajar yang sudah tidak sebanding dengan jumlah lulusan SD setiap tahunnya. Pemerintah harus segera menambah rombel agar tidak ada anak yang kehilangan kesempatan bersekolah,” ujarnya.
Koordinator LAMI, Sutarno, mengatakan tambahan kuota 15 siswa belum mampu menjawab kebutuhan masyarakat Desa Muktiwari. Karena itu, pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut hingga ada solusi yang dapat mengakomodasi seluruh calon peserta didik.
“Kami menghormati keputusan pihak sekolah karena memang terkendala ruang kelas dan tenaga pendidik. Namun perjuangan masyarakat belum selesai. Masih banyak anak yang belum mendapatkan sekolah. Kami akan terus mengawal persoalan ini sampai ada penyelesaian yang nyata,” ujar Sutarno.
Ia menambahkan, apabila belum ada solusi dari Pemerintah Kabupaten Bekasi, masyarakat berencana menyampaikan langsung persoalan tersebut kepada Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Menurut Sutarno, warga berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat mendorong penambahan rombongan belajar, ruang kelas baru, maupun tenaga pendidik agar seluruh calon siswa yang belum tertampung bisa diterima di SMP Negeri 7 Cibitung.
Aksi berakhir dalam kondisi aman dan kondusif. Warga berharap persoalan keterbatasan daya tampung sekolah dapat segera diselesaikan agar tidak terus berulang setiap tahun ajaran baru.
(*)










