JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Program SIAP SIAGA resmi memulai rangkaian Road to The 3rd Global Forum for Sustainable Resilience (GFSR) 2026 melalui Seminar Nasional Menuju Resiliensi Berkelanjutan di Jakarta.
Kegiatan ini menjadi langkah awal menuju penyelenggaraan GFSR 2026 pada 9-10 September mendatang. Forum tersebut akan mempertemukan pemerintah, akademisi, organisasi internasional, sektor swasta, dan masyarakat sipil untuk memperkuat sinergi dalam menghadapi perubahan iklim dan risiko bencana.
Senior Program Manager Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Riri Silalahi, menegaskan tantangan global tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan yang berjalan sendiri-sendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tantangan global saat ini tidak dapat diselesaikan melalui pendekatan yang masih berjalan secara terfragmentasi. Diperlukan ruang kolaborasi yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan,” ujar Riri.
Senada, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, mengatakan GFSR 2026 akan menjadi ruang untuk menghubungkan dialog kebijakan dengan implementasi teknologi kebencanaan.
“Ketika inovasi, teknologi, praktik baik, dan arah kebijakan dipertemukan dalam satu platform, kolaborasi yang terbangun akan menghasilkan solusi yang lebih relevan dan siap diterapkan,” kata Raditya.
Puncak rangkaian Road to GFSR akan digelar bersamaan dengan The 5th Asia Disaster Management and Civil Protection Expo & Conference (ADEXCO) 2026, yang menghadirkan berbagai inovasi dan teknologi penanggulangan bencana.
(*)










