Kabupaten Bekasi – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bekasi (BPBD) mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, meski wilayah Kabupaten Bekasi mulai memasuki musim kemarau pada periode April hingga Juni 2026.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bekasi, Dodi Supriadi, mengatakan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Juli hingga September 2026.
“Secara prediksi kita mulai memasuki musim kemarau, namun kondisi di lapangan masih terjadi hujan di sejumlah wilayah. Karena itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Bekasi masih berstatus siaga darurat bencana berdasarkan Keputusan Bupati Bekasi yang berlaku hingga 30 April 2026. Status tersebut mencakup potensi banjir, banjir bandang, cuaca ekstrem, gelombang ekstrem, abrasi, hingga tanah longsor.
Menurut Dodi, masa peralihan musim seperti sekarang berpotensi memicu berbagai bencana, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah perlu terus ditingkatkan.
Sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat menggunakan air secara bijak, menghemat pemakaian, serta segera memperbaiki kebocoran. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah guna mencegah risiko kebakaran.
Di sektor pertanian, masyarakat didorong beradaptasi dengan menggunakan varietas tanaman tahan kekeringan, mengatur jadwal tanam, serta mengoptimalkan pengelolaan sumber air.
Selain itu, masyarakat diimbau menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyakit akibat debu serta memastikan ketersediaan air bersih.
Tak kalah penting, warga diminta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
“Langkah ini penting untuk mengurangi risiko kekeringan serta menjaga ketahanan air dan pangan di tengah perubahan musim,” katanya.
Imbauan ini merupakan tindak lanjut arahan BPBD Provinsi Jawa Barat agar pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.
Dengan langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi berharap masyarakat lebih siap menghadapi dinamika cuaca, baik saat masa peralihan maupun puncak musim kemarau. (*)









