Perang Melawan Kematian Neonatus! Dinkes Bekasi Turunkan Ratusan Bidan di Garda Depan

- Redaksi

Selasa, 27 Mei 2025 - 13:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ebanyak 187 bidan desa se-Kabupaten Bekasi mengikuti Workshop Kegawatdaruratan Neonatus yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi di Aula Diskominfosantik, Cikarang Pusat, Selasa (27/5/2025), sebagai upaya menekan angka kematian bayi baru lahir dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

i

ebanyak 187 bidan desa se-Kabupaten Bekasi mengikuti Workshop Kegawatdaruratan Neonatus yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi di Aula Diskominfosantik, Cikarang Pusat, Selasa (27/5/2025), sebagai upaya menekan angka kematian bayi baru lahir dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan ibu dan anak.

Bekasi – Upaya menekan angka kematian bayi baru lahir terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Bekasi. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), Bidang Kesehatan Masyarakat menggelar Workshop Kegawatdaruratan Neonatus atau penanganan bayi baru lahir dalam kondisi darurat.

Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (27/5/2025), di Aula Diskominfosantik, Komplek Pemkab Bekasi, dan diikuti oleh 187 bidan desa dari seluruh wilayah Kabupaten Bekasi.

Workshop ini menghadirkan narasumber dari RSUD Cibitung dan internal Dinkes sendiri, dengan fokus utama meningkatkan kapasitas para bidan desa dalam menangani kasus kegawatdaruratan bayi baru lahir secara cepat dan tepat.

Baca Juga :  Wow, Proyek Jalan Wanasari-Pulo Puter Sejajar CBL Baru Seminggu Sudah Rusak

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Alamsyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya dari sisi kesehatan ibu dan anak.

“Workshop ini adalah salah satu cara kami untuk menekan angka kematian neonatus. Kalau kita ingin IPM naik, maka angka kematian bayi harus turun. Dan di sinilah peran penting para bidan desa,” jelasnya.

Alamsyah menyoroti beratnya tanggung jawab yang diemban para bidan di lapangan. Banyak dari mereka harus melayani satu desa dengan jumlah penduduk yang mencapai puluhan ribu orang.

“Tugas mereka tidak mudah. Bayangkan satu bidan harus meng-cover desa dengan 20.000 bahkan hingga 30.000 penduduk. Mereka butuh dukungan, pelatihan, dan motivasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang baik antara bidan dan fasilitas rujukan. Keterlambatan penanganan sering kali menjadi penyebab utama kematian bayi yang sebenarnya bisa dicegah.

“Yang sering terjadi adalah telat rujuk, atau komunikasi yang kurang lancar dengan rumah sakit. Lewat workshop ini, kami ingin mereka tahu apa yang harus dilakukan sebelum merujuk, dan bagaimana komunikasi yang efektif dengan rumah sakit,” imbuhnya.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, Alamsyah juga mengingatkan agar para bidan desa tetap bekerja dengan hati dan empati dalam melayani masyarakat.

“Layanilah dengan hati. Empati itu penting. Jangan lupa senyum. Dan tentu saja, terus tingkatkan kapasitas diri, karena pelayanan terbaik datang dari pengetahuan yang terus diperbarui,” tutupnya.

Dengan semangat kolaboratif dan peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan, Dinkes Kabupaten Bekasi optimis angka kematian neonatus dapat ditekan, dan kualitas hidup masyarakat pun meningkat. (*)

Baca Juga :  Kapan Operasi LASIK Menjadi Pilihan Tepat? Kenali Kondisi Mata yang Perlu Diperhatikan
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jelang Hari Jadi ke-76, Terungkap Era Unik Saat Kabupaten Bekasi Memiliki Dua Penguasa Pemerintahan
BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 2,7 Juta Liter Air Bersih, 28 Ribu Warga Terdampak Kekeringan
Asap Tebal Selimuti Akses Delta Silicon, Damkar Bekasi Berjibaku 5 Jam Padamkan Kebakaran Bukit Cinta
Pemkot Bekasi Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Pengurusan Izin BPOM, Harris Bobihoe Dorong Produk Naik Kelas
Sawah Bekasi Terancam Kekeringan, Asep Surya Atmaja Turun Gunung: Alat Berat Siap Dikerahkan!
Pemkab Bekasi Resmi Luncurkan Logo dan Tema Hari Jadi ke-76, Usung Semangat Bangkit Bersama
DLH Kabupaten Bekasi: Dokumen UKL-UPL PT Glow Industri Herbal Care Belum Diproses, DPRD Siap Panggil Dinas Terkait
Warga Taman Persada Raya Bikin 1.000 Lubang Biopori, Wali Kota Bekasi: Ini Contoh Nyata Hadapi Kemarau

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 23:05 WIB

Jelang Hari Jadi ke-76, Terungkap Era Unik Saat Kabupaten Bekasi Memiliki Dua Penguasa Pemerintahan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:52 WIB

BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 2,7 Juta Liter Air Bersih, 28 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:44 WIB

Asap Tebal Selimuti Akses Delta Silicon, Damkar Bekasi Berjibaku 5 Jam Padamkan Kebakaran Bukit Cinta

Selasa, 28 Juli 2026 - 05:45 WIB

Pemkot Bekasi Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Pengurusan Izin BPOM, Harris Bobihoe Dorong Produk Naik Kelas

Senin, 27 Juli 2026 - 16:01 WIB

Sawah Bekasi Terancam Kekeringan, Asep Surya Atmaja Turun Gunung: Alat Berat Siap Dikerahkan!

Berita Terbaru