Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau langsung kondisi Saluran Sekunder Bendung Kedunggede (BKG) di Kecamatan Pebayuran, Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan petani terkait gangguan irigasi dan memastikan percepatan penanganan saluran guna mencegah kekeringan maupun banjir.

i

Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja meninjau langsung kondisi Saluran Sekunder Bendung Kedunggede (BKG) di Kecamatan Pebayuran, Selasa (28/7/2026). Peninjauan dilakukan untuk menindaklanjuti keluhan petani terkait gangguan irigasi dan memastikan percepatan penanganan saluran guna mencegah kekeringan maupun banjir.

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi bergerak cepat menindaklanjuti keluhan petani terkait persoalan irigasi di Kecamatan Pebayuran. Sehari setelah menerima aspirasi para petani, Plt. Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja langsung turun ke lapangan untuk memastikan penyebab terganggunya pasokan air ke areal persawahan.

Peninjauan dilakukan di Saluran Sekunder (SS) Bendung Kedunggede (BKG), tepatnya di titik BKG 6 Cikarang Timur, BKG 15, BKG 16, hingga lokasi sawah terdampak kekeringan di Desa Karangharja dan Desa Karangsegar, Kecamatan Pebayuran, pada Selasa (28/7/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Asep didampingi jajaran Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Camat Pebayuran, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT) II, unsur TNI, tokoh masyarakat, dan perwakilan petani.

Baca Juga :  DPRD Gelar Paripurna Penetapan Ade Kuswara Kunang-Asep Surya Atmaja Sebagai Bupati dan Wakil Bupati Terpilih

Langkah cepat itu merupakan tindak lanjut dari audiensi bersama petani yang digelar sehari sebelumnya. Pemerintah ingin memastikan setiap persoalan di lapangan segera ditangani agar produktivitas pertanian tidak terganggu.

“Hari ini saya langsung turun ke lapangan karena kemarin menerima audiensi para petani Pebayuran. Setelah kami survei, memang ada beberapa temuan yang harus segera kita sikapi dan menjadi prioritas pembangunan,” ujar Asep.

Hasil peninjauan menemukan sejumlah persoalan yang menghambat distribusi air irigasi. Di antaranya kerusakan jembatan di BKG 6 yang menjadi kewenangan BBWS, penumpukan eceng gondok di BKG 15 dan BKG 16, serta konstruksi jembatan di BKG 16 yang menjadi titik penahan sampah dan tanaman air sehingga aliran menuju lahan pertanian tidak berjalan optimal.

Baca Juga :  Terkait Kemarau Panjang, Ini himbauan Forum Komunikasi Pelanggan

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan mengalokasikan pembangunan empat jembatan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT). Pembangunan ini ditujukan untuk memperlancar aliran air di sepanjang Saluran Sekunder BKG 16 hingga BKG 25.

Selain itu, normalisasi saluran irigasi akan segera dibahas bersama BBWS dan PJT II dalam rapat koordinasi yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis. Jika seluruh aspek teknis dan kewenangan telah disepakati, pekerjaan normalisasi ditargetkan mulai dikerjakan pada Senin pekan depan.

Menurut Asep, pembenahan saluran irigasi bukan hanya untuk mengatasi kekeringan saat musim kemarau, tetapi juga sebagai langkah mitigasi banjir ketika musim hujan tiba.

Baca Juga :  Plt Bupati Bekasi Resmi Buka TMMD ke-129, Percepat Pemerataan Pembangunan di Wilayah Selatan

“Kita tidak ingin petani mengalami kekeringan saat kemarau, tetapi juga tidak ingin masyarakat terdampak banjir ketika musim hujan. Dengan normalisasi ini, aliran air akan lebih lancar sehingga kebutuhan irigasi terpenuhi dan risiko banjir dapat dikurangi,” tegasnya.

Ia berharap percepatan penanganan irigasi mampu mencegah gagal panen, menjaga produktivitas pertanian, serta meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Bekasi.

Penanganan saluran irigasi di Kecamatan Pebayuran menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penyediaan infrastruktur irigasi yang andal dan berkelanjutan.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan
Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029
Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri
BPS, Kemenaker, dan Kemenperin Perkuat Kolaborasi Menuju Sensus Ekonomi 2026
Camat Cibitung Encun Sunarto: Masukan Kepala Desa dan BPD Jadi Bahan Penyempurnaan Raperda Desa
Pramono Tegaskan Komitmen Wujudkan Jakarta sebagai Kota Ramah Anak
Wawali Harris Bobihoe Ajak Siswa Baru SMAN 10 Bekasi Bangun Karakter dan Raih Prestasi

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 15:54 WIB

Usai Dengar Keluhan Petani, Plt Bupati Bekasi Gerak Cepat Benahi Irigasi Pebayuran

Selasa, 28 Juli 2026 - 08:33 WIB

DPRD Kabupaten Bekasi Segera Panggil Dewan Pengawas, Kisruh PDAM Tirta Bhagasasi Jadi Sorotan

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Kamis, 23 Juli 2026 - 06:20 WIB

Open Dumping TPST Bantargebang Ditargetkan Berakhir pada 2029

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:44 WIB

Sensus Ekonomi 2026, Plt Bupati Bekasi Dorong Sinkronisasi BLK dengan Kebutuhan Industri

Berita Terbaru