KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi hingga Senin (27/7/2026) pukul 22.00 WIB, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 2.786.300 liter. Bantuan tersebut disalurkan ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi menyebutkan, hingga saat ini terdapat 80 titik terdampak kekeringan yang tersebar di 21 desa di 9 kecamatan. Kondisi tersebut berdampak terhadap 9.537 kepala keluarga (KK) atau sekitar 28.450 jiwa.
Wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.
Kecamatan Bojongmangu menjadi wilayah dengan titik terdampak terbanyak, yakni 30 titik yang tersebar di Desa Sukabungah, Medalkrisna, Karangmulya, Sukamukti, Karang Indah, dan Bojongmangu.
Sementara itu, Kecamatan Cibarusah memiliki 20 titik terdampak di Desa Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Jaya, Cibarusah Kota, dan Sirnajati. Di Kecamatan Serang Baru terdapat 13 titik yang berada di Desa Nagasari, Nagacipta, dan Sukasari.
Selanjutnya, Kecamatan Cikarang Selatan memiliki 3 titik terdampak di Desa Sukadami dan Serang. Kecamatan Pebayuran terdapat 6 titik di Desa Karangsegar, Sukatani 2 titik di Desa Sukamulya, Cabangbungin 1 titik di Desa Lenggahsari, Babelan 3 titik di Desa Kedung Pengawas, serta Tarumajaya 2 titik di Desa Samudrajaya.
BPBD mencatat, bantuan air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Dari total 2.786.300 liter, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 1.061.000 liter, disusul Perumda Tirta Bhagasasi 859.000 liter, PMI 580.000 liter, BBWS Ciliwung-Cisadane 40.000 liter, BBWS Citarum 16.000 liter, Deltamas 33.000 liter, PT Hyundai 6.000 liter, Yayasan BMI 8.000 liter, Yayasan SCK 160.000 liter, PT EJIP 10.000 liter, DPC GAMKI 5.000 liter, dan CSR Jababeka 8.300 liter.
Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. BPBD juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
(*)










