BPBD Kabupaten Bekasi Salurkan 2,7 Juta Liter Air Bersih, 28 Ribu Warga Terdampak Kekeringan

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 22:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi bersama para pemangku kepentingan mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi. Hingga Senin (27/7/2026), total 2.786.300 liter air bersih telah disalurkan ke 80 titik di 21 desa yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.

i

Petugas BPBD Kabupaten Bekasi bersama para pemangku kepentingan mendistribusikan bantuan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bekasi. Hingga Senin (27/7/2026), total 2.786.300 liter air bersih telah disalurkan ke 80 titik di 21 desa yang mengalami krisis air akibat musim kemarau.

KABUPATEN BEKASI – Pemerintah Kabupaten Bekasi melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus mempercepat penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Bekasi hingga Senin (27/7/2026) pukul 22.00 WIB, total air bersih yang telah didistribusikan mencapai 2.786.300 liter. Bantuan tersebut disalurkan ke desa-desa yang mengalami krisis air bersih di berbagai wilayah Kabupaten Bekasi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi menyebutkan, hingga saat ini terdapat 80 titik terdampak kekeringan yang tersebar di 21 desa di 9 kecamatan. Kondisi tersebut berdampak terhadap 9.537 kepala keluarga (KK) atau sekitar 28.450 jiwa.

Wilayah yang mengalami krisis air bersih meliputi Kecamatan Cibarusah, Serang Baru, Bojongmangu, Cikarang Selatan, Pebayuran, Sukatani, Cabangbungin, Babelan, dan Tarumajaya.

Kecamatan Bojongmangu menjadi wilayah dengan titik terdampak terbanyak, yakni 30 titik yang tersebar di Desa Sukabungah, Medalkrisna, Karangmulya, Sukamukti, Karang Indah, dan Bojongmangu.

Sementara itu, Kecamatan Cibarusah memiliki 20 titik terdampak di Desa Ridogalih, Ridomanah, Cibarusah Jaya, Cibarusah Kota, dan Sirnajati. Di Kecamatan Serang Baru terdapat 13 titik yang berada di Desa Nagasari, Nagacipta, dan Sukasari.

Baca Juga :  Vasaka Hotel Jakarta Bidik Wisatawan dan Pelaku Bisnis Lewat Promo Kemerdekaan Agustus 2026

Selanjutnya, Kecamatan Cikarang Selatan memiliki 3 titik terdampak di Desa Sukadami dan Serang. Kecamatan Pebayuran terdapat 6 titik di Desa Karangsegar, Sukatani 2 titik di Desa Sukamulya, Cabangbungin 1 titik di Desa Lenggahsari, Babelan 3 titik di Desa Kedung Pengawas, serta Tarumajaya 2 titik di Desa Samudrajaya.

BPBD mencatat, bantuan air bersih tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Dari total 2.786.300 liter, BPBD Kabupaten Bekasi menyumbang 1.061.000 liter, disusul Perumda Tirta Bhagasasi 859.000 liter, PMI 580.000 liter, BBWS Ciliwung-Cisadane 40.000 liter, BBWS Citarum 16.000 liter, Deltamas 33.000 liter, PT Hyundai 6.000 liter, Yayasan BMI 8.000 liter, Yayasan SCK 160.000 liter, PT EJIP 10.000 liter, DPC GAMKI 5.000 liter, dan CSR Jababeka 8.300 liter.

Baca Juga :  IPL TPA Burangkeng Belum Beroperasi, Proyek Rp10,8 Miliar Kini Dipantau Inspektorat

Pemerintah Kabupaten Bekasi memastikan distribusi air bersih akan terus dilakukan selama musim kemarau berlangsung. BPBD juga terus berkoordinasi dengan berbagai instansi, dunia usaha, dan organisasi kemanusiaan agar kebutuhan air bersih masyarakat di wilayah terdampak dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tirta Bhagasasi Siapkan 5 Program Strategis, Sasar Industri hingga Data Center
Mensos Apresiasi Karya Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi, dari Lukisan hingga Perahu Elektrik
PrimeBiz Hotel Cikarang Rayakan 12 Tahun, Beri Penghargaan kepada Karyawan
JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya
Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan
Asep Surya Atmaja Minta Direksi Tirta Bhagasasi Fokus Tingkatkan Kinerja
Belum Masuk 7 Besar, Remaja Cikarang Ini Justru Raih Penghargaan Berbakat
Pemkab Bekasi Diberi Tenggat 7 Hari, Wartawan Desak Kejelasan Pemeriksaan Kadis LH

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:43 WIB

Tirta Bhagasasi Siapkan 5 Program Strategis, Sasar Industri hingga Data Center

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Mensos Apresiasi Karya Siswa Sekolah Rakyat Kota Bekasi, dari Lukisan hingga Perahu Elektrik

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:53 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Rayakan 12 Tahun, Beri Penghargaan kepada Karyawan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:55 WIB

JTT Alihkan Truk Lowbed di SS Cikunir hingga 19 Oktober, Ini Jalur Alternatifnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:42 WIB

Asep Surya Atmaja Tunggu Proses Jadi Bupati Definitif, DPRD Bekasi Siapkan Usulan

Berita Terbaru

Teknologi Super Intelligent Valet Parking (SIVP) dan Super AI Cockpit yang dikembangkan OMODA & JAECOO untuk menghadirkan pengalaman parkir otomatis dan interaksi cerdas antara kendaraan dan pengguna. Kedua teknologi tersebut akan diuji dalam ajang International User Summit di China pada 19–21 Oktober 2026.

Otomotif

OMODA & JAECOO Uji Teknologi Parkir Otomatis dan AI di China

Sabtu, 17 Okt 2026 - 07:43 WIB