DLH Kota Bekasi Selidiki Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Sumber Diduga dari Hulu

- Redaksi

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi mengambil sampel air Sungai Cileungsi saat investigasi bersama KP2C di wilayah hulu Kali Bekasi, Rabu (22/7/2026). Pengambilan

i

Petugas UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi mengambil sampel air Sungai Cileungsi saat investigasi bersama KP2C di wilayah hulu Kali Bekasi, Rabu (22/7/2026). Pengambilan

KOTA BEKASI – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi bersama Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) melakukan investigasi lapangan untuk menelusuri dugaan pencemaran di aliran Kali Bekasi. Langkah ini dilakukan menyusul perubahan warna air sungai menjadi hitam pekat di titik pertemuan Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas yang merupakan hulu Kali Bekasi.

Investigasi yang digelar pada Rabu (22/7/2026) melibatkan tim KP2C dan Pasukan Katak DLH Kota Bekasi dengan menyusuri aliran Sungai Cileungsi hingga memasuki wilayah administrasi Kabupaten Bogor.

Dari hasil penelusuran awal, tim menemukan indikasi pencemaran yang ditandai dengan perubahan warna air Sungai Cileungsi menjadi hitam.

Baca Juga :  Hari Buruh 2019, Putih Sari: Kesejahteraan Buruh Adalah Tanggung Jawab Indonesia

Selanjutnya, tim gabungan melakukan penelusuran lebih rinci di sejumlah titik sepanjang aliran sungai untuk mengidentifikasi sumber pencemar.

Pengamatan juga dilakukan terhadap beberapa saluran pembuangan yang diduga menjadi jalur masuk limbah ke badan sungai.

Sebagai bagian dari proses investigasi, UPTD Laboratorium DLH Kota Bekasi mengambil sampel air Sungai Cileungsi. Sampel tersebut akan diuji di laboratorium guna mengetahui kualitas air sekaligus mengidentifikasi karakteristik dan parameter pencemar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Kiswatiningsih, mengatakan hasil investigasi awal mengarah pada dugaan bahwa pencemaran berasal dari wilayah hulu. Namun, pihaknya masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan sumber pencemaran secara ilmiah.

Baca Juga :  Bupati Ade Turun Langsung: Pedagang Pasar Bojong Tak Sendiri Hadapi Musibah

“Berdasarkan hasil penelusuran lapangan, indikasi awal menunjukkan bahwa sumber pencemaran berasal dari wilayah hulu. Namun demikian, kami tetap melakukan verifikasi melalui pengambilan sampel dan analisis laboratorium untuk memastikan sumber pencemar secara ilmiah,” ujar Kiswatiningsih.

Ia menambahkan, DLH Kota Bekasi selama ini juga rutin melakukan monitoring dan pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan di kawasan perbatasan serta sepanjang sempadan Kali Bekasi guna memastikan kepatuhan terhadap aturan pengelolaan lingkungan hidup.

Baca Juga :  Mekanik Cikarang Juara Nasional Kontes Mitsubishi Fuso 2025, Persiapan Hanya 1 Bulan

DLH Kota Bekasi menegaskan investigasi akan terus dilakukan hingga sumber pencemaran dapat dipastikan. Hasil uji laboratorium nantinya menjadi dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk koordinasi dengan pemerintah daerah maupun instansi berwenang apabila sumber pencemaran berada di luar wilayah administrasi Kota Bekasi.

Melalui kolaborasi dengan KP2C, DLH Kota Bekasi berkomitmen memperkuat pengawasan kualitas air sungai serta merespons cepat setiap laporan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan.

Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen menjaga kelestarian Kali Bekasi sebagai sumber daya air yang memiliki peran penting bagi masyarakat dan ekosistem di wilayah Bekasi.

(*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DLH Kabupaten Bekasi: Dokumen UKL-UPL PT Glow Industri Herbal Care Belum Diproses, DPRD Siap Panggil Dinas Terkait
Warga Taman Persada Raya Bikin 1.000 Lubang Biopori, Wali Kota Bekasi: Ini Contoh Nyata Hadapi Kemarau
Polres Metro Bekasi Kerahkan 4.222 Personel Amankan Pilkades Serentak di 154 Desa
Transformasi Besar Bekasi! Summarecon Bangun Stasiun Bekasi Extension Terintegrasi TOD Modern
Perselisihan di Depan Salon Berujung Maut
Sekretariat DPRD Kota Bekasi Raih Predikat Pelayanan Sangat Baik, IKM Capai 93,3
Bapenda Sidak 7 Perusahaan, Optimalkan Pajak Air Tanah
Rp10,8 Miliar Sudah Digelontorkan, IPL TPA Burangkeng Masih Mandek! DPRD Desak Inspektorat Bongkar Penyebabnya

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 07:23 WIB

DLH Kabupaten Bekasi: Dokumen UKL-UPL PT Glow Industri Herbal Care Belum Diproses, DPRD Siap Panggil Dinas Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:17 WIB

Warga Taman Persada Raya Bikin 1.000 Lubang Biopori, Wali Kota Bekasi: Ini Contoh Nyata Hadapi Kemarau

Minggu, 26 Juli 2026 - 07:27 WIB

DLH Kota Bekasi Selidiki Dugaan Pencemaran Kali Bekasi, Sumber Diduga dari Hulu

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:28 WIB

Polres Metro Bekasi Kerahkan 4.222 Personel Amankan Pilkades Serentak di 154 Desa

Jumat, 24 Juli 2026 - 19:20 WIB

Transformasi Besar Bekasi! Summarecon Bangun Stasiun Bekasi Extension Terintegrasi TOD Modern

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami