Pemkab Bekasi Sampaikan Rancangan APBD 2026, Targetkan Layanan Publik dan Ekonomi Daerah Makin Kuat

- Redaksi

Selasa, 18 November 2025 - 19:56 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Bekasi – Pemerintah Kabupaten Bekasi resmi menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dalam Rapat Paripurna DPRD yang berlangsung di Gedung DPRD, Kompleks Pemda Bekasi, Cikarang Pusat, Selasa (18/11/2025).

Nota penjelasan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Bupati Bekasi, dr. Asep Surya Atmaja, mewakili Bupati Bekasi. Dalam pemaparannya, Asep menegaskan bahwa penyusunan Rancangan APBD 2026 dilakukan dengan mengacu pada evaluasi capaian pembangunan tahun sebelumnya serta arah kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat.

“Penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2026 dilakukan dengan memperhatikan kinerja pembangunan tahun sebelumnya, kebijakan pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Barat, serta prioritas daerah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Asep.

Ia menjelaskan, penyusunan APBD berpegang pada sejumlah dokumen perencanaan resmi, mulai dari Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) hingga Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS), sehingga program dan kegiatan yang diusulkan benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Pendapatan Daerah Ditargetkan Rp7,28 Triliun

Pada tahun anggaran 2026, pendapatan daerah Kabupaten Bekasi ditargetkan mencapai Rp7,28 triliun. Angka ini terdiri dari:

  • Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp4,34 triliun
  • Pendapatan Transfer: Rp2,93 triliun

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sebesar Rp7,57 triliun, meliputi belanja operasional, belanja modal, belanja tidak terduga, dan belanja transfer.

Perbedaan antara pendapatan dan belanja tersebut menimbulkan defisit sebesar Rp298,17 miliar. Namun, Asep memastikan kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan bisa ditanggung melalui pembiayaan daerah.

Baca Juga :  Hasil Monitoring PSBB di Kota Bekasi selama 6 Hari

“Defisit dimaksud ditutup melalui pembiayaan netto sehingga kebutuhan seluruh belanja dapat terpenuhi,” jelasnya.

Fokus Utama Pembangunan 2026

Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menguraikan arah kebijakan pembangunan Kabupaten Bekasi di tahun 2026. Ia menekankan bahwa penggunaan anggaran akan diarahkan pada langkah yang efektif, efisien, dan berorientasi pada peningkatan kualitas layanan publik.

“Pembangunan Pemerintah Kabupaten Bekasi di tahun 2026 dilakukan secara efektif dan efisien, dengan peningkatan kualitas pelayanan publik serta upaya mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tuturnya.

Setidaknya enam prioritas pembangunan daerah menjadi fokus utama pada APBD 2026, yaitu:

  1. Peningkatan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas
  2. Pengurangan kemiskinan dan penguatan daya beli masyarakat
  3. Peningkatan kualitas sumber daya manusia
  4. Penguatan layanan dasar dan pelayanan publik
  5. Mendorong investasi dan daya saing daerah
  6. Peningkatan kualitas lingkungan hidup, termasuk pengelolaan persampahan
Baca Juga :  Wali Kota Kumpulkan Tenaga Non PNS Dinas Pendidikan di Stadion Patriot Chandrabaga

Diharapkan Rampung Tepat Waktu

Menutup penyampaiannya, Asep berharap pembahasan Rancangan APBD 2026 antara eksekutif dan legislatif dapat berjalan lancar dan sesuai dengan ketentuan waktu yang telah ditetapkan.

“Kami berharap pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang APBD Tahun Anggaran 2026 ini dapat berlangsung efektif sehingga segera dapat diajukan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dievaluasi,” pungkasnya.

Dengan penyampaian Rancangan APBD 2026 ini, Pemkab Bekasi berharap arah pembangunan tahun mendatang dapat semakin terarah, responsif, dan mampu menjawab tantangan kebutuhan masyarakat. (*)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dugaan Hina Wartawan dan Institusi Pers, Kadis LH Bekasi Berurusan dengan Polisi
MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung
BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat
Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan
Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II
Aksi Damai Digelar 15 Oktober, Wartawan Desak Pemkab Bekasi Periksa Dugaan Perlakuan Tak Patut
Pemkab Bekasi Bentuk Tim Lintas-OPD Tangani Kemiskinan hingga Desa
Kemendes PDT dan Pemkab Bekasi Perkuat Sinergi Tekan Kemiskinan Desa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 22:52 WIB

Dugaan Hina Wartawan dan Institusi Pers, Kadis LH Bekasi Berurusan dengan Polisi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:00 WIB

MARAKA Kenalkan Sustainability dan Budaya kepada Siswa SMPN 4 Cibitung

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:13 WIB

BRIN Siapkan Mesin Air 10 Ribu Liter per Hari untuk Sekolah Rakyat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:43 WIB

Kepala DLH Kabupaten Bekasi Bantah Tudingan Usir dan Hina Wartawan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:31 WIB

Pemkot Bekasi Bongkar 88 Bangunan Liar di Lahan PJT II

Berita Terbaru

Petugas gabungan memeriksa lokasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba dalam operasi di Jakarta Barat.

Jakarta

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Sabtu, 10 Okt 2026 - 05:57 WIB