Zona Longsor Diabaikan, 14 Orang Jadi Korban Tambang Gunung Kuda!

- Redaksi

Jumat, 30 Mei 2025 - 10:59 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Petugas berjuang melawan waktu dan cuaca, menggali reruntuhan tambang di kawasan rawan longsor yang menelan belasan korban jiwa.

i

Petugas berjuang melawan waktu dan cuaca, menggali reruntuhan tambang di kawasan rawan longsor yang menelan belasan korban jiwa.

Cirebon – Tragedi memilukan mengguncang kawasan tambang pasir di Gunung Kuda, Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat pagi (30/5/2025). Sebuah longsor dahsyat menimbun belasan pekerja tambang dan sejumlah alat berat ketika aktivitas penambangan sedang berlangsung. Sebanyak 14 orang tewas mengenaskan, terkubur dalam material batu dan tanah yang meluncur dari lereng curam!

Insiden maut itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, belasan pekerja tengah sibuk memuat pasir dan batu ke dalam truk-truk besar. Tanpa peringatan, lereng gunung runtuh! Tujuh dump truk dan tiga alat berat jenis eskavator raib ditelan longsoran. Jeritan minta tolong sempat terdengar sebelum akhirnya sunyi menguasai lokasi yang berubah menjadi lautan material longsor.

Baca Juga :  Apes, Polisi Gadungan ini Berhasil Diringkus Ketika Aksinya Ketahuan

Yang lebih mengerikan, lokasi tambang itu ternyata masuk dalam zona merah rawan longsor! Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, mengungkapkan fakta mencengangkan dari Bandung, Kamis malam (30/5/2025):

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wilayah itu mempunyai proporsi probabilitas kejadian gerakan tanah lebih dari 50 persen dari total populasi kejadian. Zona kerentanan gerakan tanah tinggi merupakan wilayah yang sering mengalami kejadian gerakan tanah,” tegasnya.

Menurut Wafid, kondisi lereng di kawasan tambang tergolong ekstrem, dengan kemiringan mencapai lebih dari 36 derajat. Kombinasi dari hujan deras dalam beberapa hari terakhir dan aktivitas seismik di wilayah itu membuat tanah di kawasan tersebut masih aktif bergerak.

“Gerakan tanah lama dan baru masih aktif. Longsor ini hanya menunggu waktu,” tambahnya.

Saat ini, proses evakuasi berlangsung dramatis. Lima unit ekskavator dikerahkan untuk mengeruk timbunan material, dalam upaya menemukan korban lainnya yang kemungkinan masih tertimbun. Harapan keluarga pun mulai menipis, seiring waktu yang terus berjalan dan hujan yang kembali mengguyur lokasi bencana.

Baca Juga :  STI Jabar Dorong Pemd Menjaga Kebersihan di Lokasi Pariwisata

Tragedi ini menyisakan duka mendalam. Namun lebih dari itu, ini adalah peringatan keras terhadap aktivitas tambang yang dilakukan tanpa mempertimbangkan kondisi geologi dan risiko bencana. Berapa nyawa lagi yang harus hilang sebelum pemerintah dan pelaku tambang benar-benar membuka mata? (*)

Baca Juga :  STTC Bagikan Ta'jil Gratis dan Kuliah Umum di Masjid Merah

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi
18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data
JTT Tanam 300 Pohon di Tol Trans Jawa, Dorong Infrastruktur Hijau dan Berkelanjutan
Jasa Marga Gelar Tinjauan Keselamatan Terpadu di Tol Palikanci, Begini Hasilnya!

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 15:59 WIB

Pemkab Cirebon Bekali 100 Calon PMI, Tekankan Berangkat Lewat Jalur Resmi

Minggu, 20 September 2026 - 13:16 WIB

18 Pemegang Saham Pendiri Tolak RUPSLB PT RSB, Persoalkan Legalitas Pengangkatan Direksi-Komisaris

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Berita Terbaru