Jelang Tahun Baru, Pedagang Terompet dan Kembang Api Keluhkan Sepinya Pembeli

oleh -
banner 120x600

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Menjelang pergantian tahun, tentunya identik dengan kembang api dan terompet. Namun, banyak penjual kembang api dan terompet yang mengaku sepi pembeli. Mereka mengaku, penjualan tidak seramai pada tahun-tahun sebelumnya yang bisa meraup keuntungan berlipat-lipat.

Seorang pedagang terompet dan kembang api yang berjualan di depan salah satu Toserba di bilangan Putat Sedong, Nano Sutarno (37) mengatakan, jika penjualan menjelang pergantian tahun baru masih cenderung sepi. Ini merupakan fenomena langka, di mana biasanya masyarakat berbondong-bondong meramaikan malam tahun baru dengan menyalakan kembang api dan meniup terompet, sekarang penjualan baik terompet dan kembang api masih sepi.

“Sekarang lagi sepi pembeli, tidak seperti tahun-tahun lalu yang lebih ramai penjualan terompet dan kembang api untuk merayakan pergantian tahun,” keluhnya saat ditemui awak media, Minggu (31/12).

Ditambahkan Nano, cuaca juga ikut andil besar dalam kemeriahan pergantian tahun. Sekarang musim penghujan lebih intens, sehingga masyarakat cenderung malas keluar rumah.

“Sepertinya, inilah yang menjadi penyebab turunnya omset penjualan terompet dan kembang api,” jelasnya.

Masih menurut Nano, ini merupakan tahun tersepi bagi dirinya dalam berjualan kembang api dan terompet. Padahal, sudah lebih dari 7 tahun ini dia menjadi pedagang emperan di depan Toserba milik pengusaha sukses asal Kabupaten Kuningan.

Bahkan dari hasil berjualan kecil-kecilan ini, dirinya bisa membeli tanah dan membangun rumah tinggal yang layak untuk istri dan anak-anaknya.

“Baik ramai maupun sepi kami tetap mensyukuri rezeki kami. Namanya juga pedagang, harus siap menerima di kala penjualan sedang sepi. Sudah 7 tahun kami berjualan dan Alhamdulillah bisa menyisihkan untuk keluarga,” jelasnya.

Sedangkan menurut salah seorang ibu rumah tangga dari Desa Panambangan Kecamatan Sedong yang tidak mau namanya disebutkan, untuk tahun baru ini dirinya hanya membelikan kembang api kecil saja untuk anaknya dan tidak membelikan terompet, ataupun berencana untuk melakukan perjalanan ke Kota Cirebon maupun ke kota Kuningan untuk merayakan pergantian tahun baru.

“Ini anak minta dibelikan kembang api saja. Lagi pula sekarang malas keluar untuk merayakan tahun baruan di Kota Cirebon. Macetnya luar biasa, ditambah lagi hujan hampir tiap malam,” pungkasnya.(Ymd/RJN)

Comment