Usai 58 Tahun Berkarya, PT Sritex Tutup Dampak Ribuan Pekerja Ter-PHK

- Redaksi

Senin, 3 Maret 2025 - 10:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, 28 Februari 2025. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah mencatat 10.965 buruh dan karyawan di empat perusahaan terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT. Sritex Tbk setelah diputus pailit oleh Pengadilan Niaga. Antara/Mohammad Ayudha

i

Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, 28 Februari 2025. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jawa Tengah mencatat 10.965 buruh dan karyawan di empat perusahaan terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) PT. Sritex Tbk setelah diputus pailit oleh Pengadilan Niaga. Antara/Mohammad Ayudha

Nasional – PT Sri Rejeki Isman (PT Sritex) resmi menutup pabriknya pada Sabtu (1/3/2025), yang berujung pada pemutusan hubungan kerja (PHK) massal terhadap ribuan karyawan. Keputusan ini diambil setelah perusahaan tekstil besar tersebut dinyatakan pailit. Berbagai pihak pun merespons kejadian ini, mulai dari manajemen perusahaan, pemerintah, hingga para mantan karyawan yang terdampak.

Kesedihan Dirut PT Sritex

Direktur Utama PT Sritex, Iwan Kurniawan Lukminto, mengungkapkan kesedihannya atas PHK massal ini.

“Kami sangat berduka sekali karena ini adalah momentum yang sangat historikal. Selama 58 tahun kami telah berkarya, dan ini merupakan perpisahan yang sangat menyedihkan,” ujar Iwan di Sukoharjo, Jumat (28/2), dikutip dari YouTube KompasTV.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duka dan Kebingungan Mantan Karyawan

Para mantan karyawan PT Sritex pun mengaku terpukul dengan keputusan ini. Salah satu mantan karyawan, Andri Cahyono, mengungkapkan kebingungan karena masih memiliki banyak tanggungan utang.

Baca Juga :  Kisah Heroik Tanjung Verde di Piala Dunia 2026, Debutan yang Bikin Argentina Ketar-ketir

“Saya juga terkena PHK kemarin, ini juga bingung utang masih banyak. Ini kira-kira gimana, ada solusi apa enggak, habis ini saya menganggur,” kata Andri kepada jurnalis KompasTV di Sukoharjo, Jumat.

Mantan karyawan lainnya, Dewi, juga merasakan hal serupa. Ia berharap dapat kembali bekerja.

“Ya, sedih, nggak kerja, ya inginnya kembali lagi (bekerja di Sritex),” ungkapnya.

Upaya Pemerintah Mencari Solusi

Merespons situasi ini, Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan (Noel) menyatakan bahwa pemerintah akan berusaha mencarikan lapangan pekerjaan bagi para karyawan yang terdampak.

“Kami langsung memerintahkan Kepala Dinas tingkat kabupaten dan provinsi untuk mencari mitra industri yang membutuhkan tenaga kerja. Akhirnya, kami menemukan lebih dari 10.000 lowongan,” jelas Noel dalam program Sapa Indonesia Malam Akhir Pekan di KompasTV, Sabtu (1/3).

Baca Juga :  KBRI Tokyo Ungkap Kondisi WNI di Jepang Usai Gempa M 7,3

Pemerintah juga berusaha memastikan agar syarat perekrutan tidak memberatkan para mantan karyawan Sritex.

“Pertama soal umur, kedua soal ijazah, dan yang tak kalah penting adalah memastikan mereka tidak jatuh ke tangan calo tenaga kerja,” tambahnya.

Pelatihan Kerja bagi Mantan Karyawan

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, juga turut mengambil langkah untuk mengatasi dampak PHK massal ini dengan menggelar Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kita latih mereka yang terkena PHK sehingga bisa tertampung di perusahaan-perusahaan yang masih membutuhkan tenaga kerja,” kata Luthfi di Solo, Jumat, dikutip dari YouTube KompasTV.

Baca Juga :  Jasa Marga Berhasil Lakukan Penambahan Jalan Tol Operasi dan Hak Pengusahaan Jalan Tol

Ia menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah pengangguran di Jawa Tengah.

“Pelatihan BLK bagi mereka yang terkena PHK akan kita tampung, sehingga Jawa Tengah tidak terlalu banyak tenaga yang menganggur,” lanjutnya.

Harapan di Tengah Ketidakpastian

PHK massal di PT Sritex memberikan dampak besar, tidak hanya bagi para pekerja tetapi juga bagi ekonomi lokal. Namun, dengan langkah-langkah yang telah direncanakan oleh pemerintah, diharapkan para mantan karyawan dapat segera mendapatkan pekerjaan baru atau keterampilan baru untuk menghadapi tantangan ke depan. Keputusan ini mungkin menjadi akhir bagi satu babak perjalanan PT Sritex, tetapi bagi para mantan karyawannya, ini bisa menjadi awal untuk peluang baru di masa depan.

Sumber Berita: tintahijau

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota
XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G
Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS
Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT
81 Miles for Indonesia: XLSMART Jelajahi Semarang-Solo-Yogyakarta Bawa 5G dan Aksi Sosial
Tim SAR Temukan Satu Korban Tewas Ledakan Gas di Medan, Satu Orang Masih Dicari
Indonesia Energy Week Surabaya 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan 200 Peserta dari 17 Negara
8 UMKM Kota Bekasi Tampil di HUT Dekranas 2026, Siap Rebut Pasar Nasional

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 14:34 WIB

5G Makin Ngebut di Surabaya, XLSMART Siapkan Ekspansi ke 88 Kota

Jumat, 4 September 2026 - 14:09 WIB

XLSMART Naikkan Capex Jadi Rp20 Triliun, Perkuat Jaringan dan Perluas 5G

Selasa, 1 September 2026 - 09:33 WIB

Medan Dikebut 5G, XLSMART Siapkan 1.000 Lebih BTS

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:17 WIB

Bukan Cuma Pulihkan Jaringan, XLSMART Kirim Bantuan untuk Warga NTT

Senin, 24 Agustus 2026 - 20:05 WIB

81 Miles for Indonesia: XLSMART Jelajahi Semarang-Solo-Yogyakarta Bawa 5G dan Aksi Sosial

Berita Terbaru