Geruduk Kantor LPK MHJ, Para Korban Tuntut Dirut LPK MHJ

- Redaksi

Jumat, 22 November 2019 - 16:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi – Buntut dari dugaan penipuan Lembaga Penyalur Kerja (LPK) PT Miraino Hashi Jaya (MHJ) kepada Iman Santoso. Puluhan anak didik LPK MHJ menggeruduk kantor LPK di Perumahan Graha Prima, Tambun Utara Jumat (22/11/2019).

Para anak didik itu juga merasa ditipu oleh LPK itu. Pasalnya masing-masing anak didik juga dipintai uang agar bisa memperoleh kesempatan magang di Jepang.

Usut punya usut, ternyata Surat Kontrak (SK) yang diberikan oleh LPK agar meyakinkan anak didik kalau memang diterima kerja ternyata bodong. Pasalnya sk tersebut berbahasa Jepang yang tidak dimengerti anak didik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sukarman menjelaskan SK Bodong ini hanya Brosur/ foto aziz rakyatjabarnews.com

Baca Juga :  4 Tahun Lokalate Gelar Workshop Ramah Disabilitas di 10 Kota

Menurut Sukarman perwakilan anak didik yang merasa ditipu ternyata SK tersebut bukan surat kontrak melainkan hanya sebuah kertas brosur yang bertuliskan bahasa Jepang.

“Saya minta bantuan yang ahli untuk diterjemahkan, ternyata itu bukan SK melainkan itu hanya brosur, brosur untuk kaiko (perawat). Jadi bukan untuk magang, kira-kira begitu,”tuturnya

Ketika dihadapkan dengan puluhan anak didik, sayangnya Direktur Utama LPK MHJ, Murdiyono tidak mau menerjemahkan sk yang diduga bodong itu. Padahal pengakuan Murdiyono kepada anak didik memiliki surat kemampuan Bahasa Jepang level N2.

Salah satu korban LPK MHJ saat di wawancarai/ foto aziz rakyatjabarnews.com

Sontak puluhan anak didik itu meminta Murdiyono untuk menunjukan surat kemampuan bahas Jepang level N2, tapi Murdiyono tidak bisa menunjukan dengan alasan surat sedang dikirim ke Jepang untuk keperluan administrasi dan juga lupa pasword untuk mengecek online.

Baca Juga :  Komplotan Curanmor di Kuningan Dibekuk, Salah Satu Pelakunya Wanita

Anak didik yang dinyatakan lulus saat interview diminta uang puluhan juta untuk keperluan administrasi, padahal kata Karman saat itu anak didik buka di test interview melainkan hanya kunjungan dari Jepang.

Mereka menuntut agar pihak LPK bertanggung jawab atas kerugian yang dialami anak didik. Pasalnya kerugian hingga puluhan juta dialami satu anak didik.

Salah satu anak didik yang saat ini tinggal di asrama, Obi mengaku sudah membayar 15 juta tapi kepastian pemberangkatan belum jelas.

Baca Juga :  3 ABG Cewek Anggota Geng Motor Depok Diringkus Polisi

Karena tidak adanya kejelasan, Obi yang berasal dari Jogja ini harus menjadi ojek online untuk menutupi kebutuhan sehari-hari di asrama, “Di asrama ga ngapain-ngapain,”katanya.

Tampak: Murdiyono (kemeja batik lengan panjang biru) selaku Dirut LPK MHJ/ foto azizrakyatjabarnews.com

Murdiyono menampik melakukan penipuan, pasalnya untuk berangkat magang ke Jepang memerlukan proses yang cukup panjang.

Tampak depan: Kantor LPK MHJ/ foto aziz rakyatjabarnews.com

Proses pemberangkatan pun sempat tertunda karena saat itu dirinya terbelit kasus hukum yang harus diselesaikan, “Kenapa terjadi kelambatan, karena ada berkas yang harus diurus tertunda karena LPK MHJ dilaporkan mengenai penggelapan uang,”katanya.

(ziz/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pilkades Muktiwari Memanas! Bahrudin No. 1 dan Rusdi No. 2 Mulai Adu Program 12 September
Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 19:32 WIB

Pilkades Muktiwari Memanas! Bahrudin No. 1 dan Rusdi No. 2 Mulai Adu Program 12 September

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 19:24 WIB

Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB