STMIK Bina Insani Berikan Edukasi Pengelolaan Sampah Berbasis Mikro Kontroler

- Redaksi

Senin, 9 September 2019 - 08:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RJN, Bekasi – Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Bina Insani berikan pelatihan pengelolaan sampah menjadi pupuk berbasis mikro kontroler. Pelatihan ini diberikan kepada warga di Perumahan Metland Tambun Cluster Fontania, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (8/9/2019).

Ketua Hibah Program Kemitraan Masyarakat (PKM) STMIK Bina Insani 2019, Fata Nidaul Khasanah mengatakan, pelatihan pengelolaan sampah menjadi pupuk adalah tindak lanjut dari kegiatan observasi yang dilakukan pada Januari 2019 dan penyampaian hibah mesin pencacah sampah pada 17 Agustus 2019.

“Sebelumnya kita lakukan penyerahan mesin pencacah, mixer, dan diesel pada 17 Agustus, nah untuk sekarang pelatihannya,” kata Fata.

Ia menjelaskan, mesin pencacah sampah dan mixer atau pencampur sampah dari Kemenristekdikti telah diberikan sentuhan teknologi oleh tim peneliti dari dosen STMIK Bina Insani. Melalui sentuhan teknologi Internet of Things (IoT) tersebut maka mesin pencacah sampah bisa dioperasikan cukup menggunakan perangkat smartphone.

Baca Juga :  Peringati Sumpah Pemuda, STBA Dinamika Bekasi Adakan Upacara

“Dengan teknologi IoT berbasis Android maka mesin pencacah sampah dan mixer bisa dihidupkan dan dimatikan dari jarak jauh, kita juga bisa atur putaran mesinnya,” lanjutnya.

Selain memberkan inovasi dalam operasional mesin, pihaknya juga memberikan terobosan dalam pengemasan pupuk cair. Dimana sebelumnya warga hanya menempatkan pupuk cair pada sebuah wadah botol air mineral, maka kali ini pupuk cair bisa dikemas dalam wadah yang lebih menarik berupa botol plastik dengan branding yang menarik.

“Jika kemasannya sudah menarik seperti ini maka bisa memberikan nilai tambah untuk bisa dijual secara online. Kita bantu juga untuk pelatihan digital marketing,” kata Fata.

Melalui pelatihan yang diberikan, pihak mitra dan warga juga mendapat pengetahuan tambahan dalam merawat dan menggunakan mesin pencacah dan mesin mixer. Keunggulan pengelolaan sampah dengan mesin ini adalah pengelolaan sampah yang dilakukan lebih cepat dan meningkatkan produksi.

Baca Juga :  ASN Kini Bisa Punya Rumah Murah di Bekasi, Casa De Prima Resmi Diluncurkan

“Dalam kegiatan ini semuanya terlibat, dosen dan mahasiswa terjun lapangan ke mitra dan masyarakat,” tukasnya.

Di tempat yang sama Sondi Budihardjo selaku Mitra Penilitian PKM STMIK Bina Insani mengaku bertermikasih dengan diberkannya bantuan hibah mesin pencacah sampah. Menurutnya bantuan berupa mesin dan pencacah sampah sangat bermanfaat.

“Kita jadi bisa memanfaatkan sampah seperti daun kering dan sisa makanan yang dikelola menjadi pupuk kompos dan pupuk cair,” kata Sondi.

Menurutnya, warga di Cluster Fontania biasanya memiliki pohon buah di depan rumah mereka seperti pohon jambu, dan pohon mangga. Bahkan, ada beberapa warga yang berinisiatif untuk menanam sayur mayuran untuk keperluan mereka sendiri.

Baca Juga :  HARRIS Hotel Bekasi Tawarkan Promo Menarik di Bulan Ramadan, Ini Detailnya

“Ada juga yang rajin menanam sayuran seperti bayam, cabe, dan kangkung. Dengan pelatihan ini nantinya composter yang menghasilkan pupuk bisa untuk keperluan sendiri dan juga bisa untuk dijual,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua STMIK Bina Insani, Didik Setiyadi berharap agar program penelitian yang dilakukan oleh dosen-dosennya bisa memberi manfaat kepada masyarakat luas. Lebih dari itu, penelitian mengenai pengelolaan sampah juga bisa menjadi pemicu semangat dosen-dosen lain agar lebih berinovasi dalam memberikan pengambidan kepada masyarakat.

“Hasil penelitian ini semoga bisa diimplementasikan kepada masyarakat. Dosen yang lain juga harus lebih semangat dalam inovasi yang dapat diberdayakan kepada masyarakat secara berkelanjutan,” harap Didik.

(izi/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli
Perselisihan di Depan Salon Berujung Maut
Sekretariat DPRD Kota Bekasi Raih Predikat Pelayanan Sangat Baik, IKM Capai 93,3
Bapenda Sidak 7 Perusahaan, Optimalkan Pajak Air Tanah
Rp10,8 Miliar Sudah Digelontorkan, IPL TPA Burangkeng Masih Mandek! DPRD Desak Inspektorat Bongkar Penyebabnya
Fahrul Fauzi: Meningkatnya Laporan Menunjukkan Kesadaran Masyarakat Kian Baik
Hari Anak Nasional 2026, Kemendikdasmen Kampanyekan Pembatasan Gawai di Sekolah
Hari Anak Nasional, Komisi IV DPRD Kabupaten Bekasi Soroti Perlindungan Anak

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 21:51 WIB

Pemkab Bekasi Buka Beasiswa S1 untuk 100 Putra-Putri Berprestasi, Pendaftaran Dimulai 27 Juli

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:57 WIB

Perselisihan di Depan Salon Berujung Maut

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:29 WIB

Sekretariat DPRD Kota Bekasi Raih Predikat Pelayanan Sangat Baik, IKM Capai 93,3

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:19 WIB

Bapenda Sidak 7 Perusahaan, Optimalkan Pajak Air Tanah

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:21 WIB

Rp10,8 Miliar Sudah Digelontorkan, IPL TPA Burangkeng Masih Mandek! DPRD Desak Inspektorat Bongkar Penyebabnya

Berita Terbaru

Kerjasama Hubungi Kami