Bawaslu Jabar: Tren Politik Uang Meningkat

- Redaksi

Jumat, 26 April 2019 - 18:36 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Bekasi – Pelaksanaan rekapitulasi perolehan suara Pemilu 2019 di kota/kabupaten se-Jawa Barat masih ditemukan ada yang tidak sesuai aturan. Namun hasil dari temuan tersebut masih dianggap wajar.

“Hampir sebagian besar prosedural. Ada beberapa temuan di daerah. Tapi saya kira masih dalam taraf wajar. Karena langsung dikoreksi di tempat,” kata Ketua Bawaslu Jawa Barat (Jabar), Abdullah, saat meninjau proses rekapitulasi perolehan suara di GOR Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (26/4/2019).

Baca Juga :  Komisi Yudisial Pastikan Siap Pantau Sengketa Pemilu

Temuan yang tidak prosedural namun masih dianggap wajar tersebut di antaranya, jenjang rekapitulasi perolehan suara. Seperti yang terjadi di Sukabumi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Jenjang rekapitulasinya. Jadinya general, hasilnya dari tingkat PPS hasil yang direkap. Sementara substansinya yang direkap itu dari TPS, berbasis TPS. Nah itu yang kita rekomendasikan untuk dilakukan rekapitulasi ulang,” ungkapnya.

Sementara soal kecurangan selama proses Pemilu 2019, kata Abdullah, praktik politik uang tidak terlalu menonjol jika dibanding lainnya. Namun ia mengakui jika tren politik uang meningkat jika dibanding pesta demokasi sebelumnya.

Baca Juga :  KPK Sita Uang Rp100 Juta Saat OTT Bupati Indramayu

“Kasus money politic yang kami tangani saat ini ada 13 kasus dari sembilan kota/kabupaten di Jawa Barat. Iya memang trennya meningkat kalau dibanding sebelumnya,” katanya.

Penyebab meningkatkan praktik money politic, kata Abdullah, karena di Pemilu 2019 ini pelaksanaan Pilpres dibarengi dengan Pileg.

Baca Juga :  Atasi Stunting, BPN Prabowo-Sandi: Sedekah Putih Untuk Wujudkan Generasi Indonesia Emas

“Karena bisa dipahami di pemilu ini kan yang bergerak mempengaruhi pemilih bukan hanya pasangan calon (presiden-wakil presiden). Tapi juga caleg-caleg di berbagai tingkatan dari DPRD kota/kabupaten sampai DPR RI,” katanya.

“Sehingga sebaran ‘aktornya’ juga banyak. Itu korelasinya. Tapi berkaitan dengan kerawanan itu kami juga membuat patroli pengawasan anti politik uang di seluruh kabupaten/kota saat hari tenang,” lanjutnya.(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Rawabinong Dibidik Jadi Ikon Wisata Bekasi, Fasilitas Bakal Ditambah
PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung Pasar Gratis Peringatan Hari Santri Nasional
Dari Resolusi Jihad ke Era Digital, Ini Pesan Plt Bupati Bekasi untuk Santri
Tri Adhianto Tekankan Pentingnya Lingkungan Pesantren yang Aman bagi Santri
Plt Bupati Bekasi Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Berperan dalam Pembangunan
PrimeBiz Hotel Cikarang Gelar Aqua Yoga, Ajak Masyarakat Terapkan Gaya Hidup Sehat
Resmi! Mendagri Sahkan Asep Surya Atmaja Jadi Bupati Bekasi
2.200 Sambungan Air Bermasalah, DPRD Dorong Suzuki Turun Tangan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:56 WIB

Rawabinong Dibidik Jadi Ikon Wisata Bekasi, Fasilitas Bakal Ditambah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 11:08 WIB

PrimeBiz Hotel Cikarang Dukung Pasar Gratis Peringatan Hari Santri Nasional

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Dari Resolusi Jihad ke Era Digital, Ini Pesan Plt Bupati Bekasi untuk Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:18 WIB

Tri Adhianto Tekankan Pentingnya Lingkungan Pesantren yang Aman bagi Santri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:48 WIB

Plt Bupati Bekasi Dorong Santri Kuasai Teknologi dan Berperan dalam Pembangunan

Berita Terbaru