Kenapa Mudah Sekali Termakan Hoax?

- Redaksi

Senin, 19 November 2018 - 07:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

i

ilustrasi

RJN– Ada yang menarik dari masa-masa kampanye presiden dari empat tahun lalu hingga kini, yakni bertebarannya berita-berita bohong atau yang lebih dikenal sebagai hoax. Tentu bertebarannya hoax memiliki konsekuensi yang cukup serius, bahkan bisa mengancam proses demokrasi negara.

Pemerintah pun mulai mengambil langkah atas fenomena ini, seperti memberlakukan undang-undang yang mengatur soal pelaku penyebaran hoax. Situs besar seperti Google, dan media sosial mulai dari Facebook hingga Twitter juga ikut ambil langkah dengan memfilter konten yang beredar.

Tapi sepertinya hoax tidak akan jadi masalah kalau masyarakat pembaca tidak ikut-ikutan terpancing isi beritanya. Kecuali kalau kita mau memahami psikologis dari konsumen (atau pembaca) berita online, maka kita tidak dapat memberikan solusi terhadap hal ini.

Baca Juga :  Jelang Libur Idul Fitri 1444 H, Danrem 051/Wkt Gelar Jam Komandan

Bangkitnya media sosial memang memegang andil yang cukup besar untuk masalah penyebaran hoax. Mungkin pernah dengar yang namanya click baiting? Biasanya artikel dengan judul yang membuat si pembaca tertarik untuk meng-klik artikel tersebut, begitu diklik, website-nya dapat uang deh.

Salah satu sebab krusial yang sebenarnya bisa dihindari adalah, pembaca masa kini yang cenderung tak ambil pusing untuk mencari sumber jurnalistik yang benar dan terpercaya.

Ini terjadi akibat kombinasi dari arus informasi yang terus menerus mengalir sementara  atensi yang dimiliki para pembaca sangat terbatas.

Baca Juga :  Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme Zona 1

Hoax sebenarnya sudah ada sejak pertama kali internet hadir. Forum-forum diskusi seperti Usenet di tahun 90an sampai 2000an dibanjiri hoax yang biasanya berbau teori konspirasi dan kabar-kabar lainnya yang penuh sensasi. Kadang, teori konspirasi ada yang ikut terangkat ke permukaan dan media mainstream lewat email.

Sekarang, di era media sosial, masyarakat bisa mendapatkan berita-berita hoax dari mana saja, tanpa sumber yang jelas, dan yang memperparah, tidak ada “penjaga gerbang” yang dapat memverifikasi sumber berita tersebut. Akibatnya politisi, selebriti, serta figur publik lain yang termakan hoax dengan mudahnya menyebarkan berita-berita bohong tersebut.

Baca Juga :  Tokoh Lintas Agama Gelar Deklarasi Anti Hoax dan Radikalisme

Selain itu, saat membaca berita online, tak jarang sumber yang didapat adalah teman sendiri. Karena kita cenderung percaya dengan teman sendiri, filter kognitif pun melemah, yang pada akhirnya malah menguatkan media sosial sebagai corong yang efektif untuk menyebarkan berita bohong.

Solusinya, news aggregator seperti Kurio, bisa jadi salah satu solusi untuk mengatasi penyebaran hoax. Selain bisa memfilter informasi yang akan dibaca dengan fitur kostumisasi, berita yang disajikan pun telah dikurasi, sehingga makin meminimalisir untuk masuknya hoax.(red/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa
500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif
Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong
Bapenda Kabupaten Bekasi Tegaskan Nilai Rp1 Juta per Meter Bukan Ketentuan Wajib dalam Perhitungan BPHTB
Revisi DPT BPD Muktiwari Disepakati, Ditarget Rampung 30 April
DPT Desa Muktiwari Diprotes Warga, Panitia BPD Buka Suara
Tag :

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 12:31 WIB

Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri

Kamis, 9 Juli 2026 - 14:47 WIB

Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:53 WIB

Balita 2 Tahun Tewas di Bekasi, Paman Kandung Jadi Terduga Pelaku, Polisi Selidiki Dugaan Gangguan Jiwa

Rabu, 3 Juni 2026 - 16:36 WIB

500 Personel Gabungan Amankan Eksekusi Rumah di Medan Satria Bekasi, Situasi Berjalan Kondusif

Rabu, 27 Mei 2026 - 17:23 WIB

Masjid Baitul Makmur Cibitung Gelar Kurban 15 Hewan, Warga RW 016 Gotong Royong

Berita Terbaru

Tampak gedung XLSMART Tower di Jakarta. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk resmi ditetapkan sebagai salah satu pemenang seleksi pita frekuensi radio 700 MHz dan 2,6 GHz Tahun 2026, yang akan dimanfaatkan untuk memperluas jangkauan layanan 4G, mempercepat pengembangan 5G, serta meningkatkan kualitas konektivitas digital di Indonesia. Foto: Dok. XLSMART.

Bisnis

XLSMART Resmi Raih Spektrum 700 MHz dan 2,6 GHz

Kamis, 23 Jul 2026 - 07:03 WIB