Tak Disangka Oknum Polisi Cirebon Rampas Ponsel dan Ancam Bui Wartawan

- Redaksi

Sabtu, 3 November 2018 - 09:19 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

Ilustrasi

i

Ilustrasi

RJN, Cirebon– Perlakuan tidak menyenangkan dialami jurnalis Radar Cirebon, Ade Gustiana. Ia diintimidasi oknum anggota Polsekta Utara Barat (Utbar) Polres Cirebon Kota, Jumat (2/11). Tidak hanya telepon seluler (ponsel) yang dirampas, Ade juga diancam dijebloskan ke dalam penjara.

Ade menceritakan, insiden tersebut bermula ketika dirinya hendak meminta konfirmasi mengenai aksi kejahatan di salah satu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Jl Perjuangan, Kota Cirebon. Peristiwa kejahatan siang kemarin itu kebetulan masuk wilayah hukum Polsekta Utbar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat tiba di Mapolsekta Utbar, sekitar pukul 14.30, Ade melihat ada kegiatan razia kendaraan, tepat di depan polsek tersebut. “Tapi saya gak langsung memotret razia itu. Karena memang tujuan saya konfirmasi soal kasus penipuan di ATM,” cerita Ade.

Ia lalu masuk area mapolsek dan meminta izin ke ruang reskrim. Semula, tak ada masalah. Bahkan dipersilakan menuju ruangan unit reskrim. Tapi, Ade tak bisa langsung melakukan konfirmasi. Salah seorang anggota Unit Reskrim Polsekta Utbar memintanya menunggu karena korban dari peristiwa kejahatan di ATM itu masih dimintai keterangan. ”Saya disuruh nunggu sampai jam 4 sore,” ujarnya.

Baca Juga :  Anggota DPRD Jabar Minta Restu Ke Ulama Kharismatik Cirebon - Pekalongan

Ketika menunggu itulah, Ade pun berniat memotret razia kendaraan yang digelar di depan Mapolsekta Utbar. Ia lalu menuju halaman depan mapolsek. Namun, saat  hendak memotret kegiatan itu, tiba-tiba salah seorang oknum anggota polsek berpakaian preman mendatangi Ade dan menanyakan maksud pengambilan gambar tersebut.

“Langsung HP saya dirampas. Saya ditanya, maksudnya apa foto-foto,” kata Ade. Ia kemudian menjelaskan bahwa dirinya merupakan jurnalis Radar Cirebon. “Sudah saya jelaskan, tetap saja orangnya ngeyel. Sampai bentak- bentak segala,” imbuhnya.

Tak sampai di situ, oknum anggota Polsekta Utbar tersebut lantas menggiring Ade menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Di situ, ia menerima kata-kata kasar dari oknum polisi tersebut. “Saya masih ingat orangnya. Bahkan saat di dalam ruang SPKT, ada juga polisi yang lain yang pakai pakaian dinas,” terangnya.

Sekitar setengah jam di dalam ruang SPKT, Ade bahkan sempat diancam. Layaknya pelaku kriminal, ia diancam akan dimasukkan sel tahanan jika tidak segera angkat kaki dari mapolsek. “Dia bilang, sana pulang. Kalau nggak saya masukkan kamu ke sel,” bebernya. “Saya juga banyak kenal wartawan. Saya sengaja di sini untuk memantau orang-orang macam kamu,” tutur Ade menirukan kata-kata oknum polisi itu.

Baca Juga :  Dua Wakil Ketua Umum KONI Lampung Diperiksa Kasus Korupsi Dana Hibah KONI Lampung

Oknum anggota polisi itu melarang Ade mengambil foto kecuali atas izin pimpinan. Tapi saat diajak menemui pimpinan yang dimaksud, oknum polisi yang kemarin mengenakan kaus dan celana jins itu mengelak dan terus menghardik dengan nada tinggi. Sebelum meninggalkan polsek, Ade juga sempat menanyakan nama oknum polisi tersebut. Namun ia menolak dan memaksa Ade segera pergi.

“Yang membuat saya kecewa, dia juga maksa ambil HP dan memeriksa isi HP saya. Dari mulai galeri foto sampai chatWhatsApp saya dengan teman-teman di kantor dibuka. Saya bilang ini saya koordinasi dengan teman-teman wartawan kalau saya liputan di sini. Malah dia paksa saya hapus foto-foto,” tutur Ade dengan nada kecewa.

Baca Juga :  Plt Walikota Bekasi Bersama Forkopimda Giat Tarling

Terpisah, Pemimpin Redaksi Radar CirebonRusdi Polpoke menyesalkan peristiwa intimidasi tersebut. Menurutnya, perlakuan kasar terhadap jurnalis tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun. Radar Cirebon juga secara resmi akan melayangkan protes kepada Kapolsekta Utbar AKP Ali Mashar dan Kapolres Cirebon Kota (Ciko) AKBP Roland Ronaldy.

“Surat resminya sedang kita siapkan. Tapi kita juga sudah mengawali dengan mengirim protes melalui WhatsApp ke Pak Ali dan juga di-forward ke Pak Kapolres. Kita tentu menyesalkan kejadian itu. Kita menyesalkan cara oknum anggota polisi itu menghadapi jurnalis kami di lapangan. Merampas ponsel, intimidasi, bahkan mengancam menahan wartawan kami, tindakan yang sangat-sangat berlebihan,” tandas Rusdi.

Ia juga menyatakan sudah melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon seluler dengan Kapolsekta Utbar AKP Ali Mashar. “Barusan ini (tadi malam, red) kita tersambung dengan Pak Ali. Melalui telepon kami sudah menyampaikan apa yang dialami wartawan kami. Pak Ali juga terkejut adanya kejadian ini. Rencananya besok (hari ini, red) kami bertemu, silaturahmi langsung dengan Pak Ali. Sekaligus membahas kejadian ini,” jelas Rusdi. (ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini
HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan
OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus
Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita
Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka
Firefighter Skill Competition 2026 di Bekasi Diikuti Puluhan Tim Pemadam Industri
Jiovanno: Tujuan Revisi Tutup Celah Hukum
KPU Kabupaten Cirebon Tetapkan 1,84 Juta Pemilih, Partisipasi Masyarakat Jadi Kunci Akurasi Data

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:25 WIB

APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Selasa, 1 September 2026 - 06:44 WIB

HUT ke-105, RSD Gunung Jati Perkuat Layanan Rujukan

Selasa, 1 September 2026 - 06:34 WIB

OTT Rektor Jadi Alarm, Prof Sugianto Soroti Integritas dan Tata Kelola Kampus

Selasa, 25 Agustus 2026 - 11:10 WIB

Pesan Menyentuh Gus Imam Hafash di Maulid Nabi PNI Cibitung: Bayangkan Rasulullah Ada di Depan Kita

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:59 WIB

Debt Collector Ditahan, Diduga Hantam Warga Pakai Kursi hingga Terluka

Berita Terbaru