Kepala BBWS Cimancis Berjanji Segera Turunkan Tim Satker OP

- Redaksi

Senin, 29 Oktober 2018 - 19:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RJN, Cirebon – Lambannya penanganan 2 rumah dibantaran Sungai Cimancis yang terdampak longsor di Desa Karangmangu Kecamatan Susukan Lebak Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat nampaknya mulai ada perhatian dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR, Happy Mulya membenarkan bahwa lokasi dua rumah milik warga Desa tersebut berada persis di bibir tebing sungai Cimanis.

Baca Juga :  H-10, Volume Lalu Lintas Transaksi di Wilayah Ruas Tol Transjawa Meningkat Signifikan

“Kalo dari data tahun lalu memang lokasi rumah di dalam garis sempadan atau pada bibir tebing sungai, kemungkinan dalam waktu dekat ini saya akan Cek lokasi bersama Tim Satker OP,”bebernya kepada rakyatjabarnews.com saat dihubungi melalui sambungan telpnon, Senin (29/10/2018).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masih menurut Happy Mulya jika lokasi rumah terdampak longsor tersebut hampir berposisikan tegak vertikal dari bibir sungai Cimanis.

Baca Juga :  Kabar Gembira Telah Datang Untuk Warga Di Bantaran Sungai Cimanis

“Secara resiko banjir aman tapi ada resiko longsor karena rumah di bibir tebing sungai terjal hampir tegak / vertikal dan kami bersama Tim Satker OP segera akan secepatnya ke lapangan.”

Happy Mulya menjelaskan untuk penanganan rumah milik warga apakah direlokasi atau tidak, pihaknya harus kembali memastikan terlebih dahulu status tanah milik warga yang terdampak longsor atau bukan.

Baca Juga :  Kegiatan Program TMMD Ke 110 T.A 2021 Kodim 0509 Kab. Bekasi Resmi di Buka

“Untuk penanganan nanti setelah kami cek lokasi, kami juga akan cek status tanah hak milik atau bukan, jadi harus ada pembebasan tanah dan rumah, sementara dari APBN tidak ada dana untuk itu (pembebasan tanah) dan APBD Kabupaten Cirebon pun tidak siap dana,” terangnya.(ymd/rjn)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker
Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada
Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum
8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan
Ratusan Pedagang Pasar Baru Geruduk DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi Desak Wali Kota Bertindak
277 Siswa Kota Bekasi Raih Pramuka Garuda, Tri Adhianto Minta Jadi Teladan
APINDO Cirebon Ingatkan Polemik PT Yihong Novatex Jangan Digiring Jadi Opini

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:27 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Jadi Perhatian, Pemkot Bekasi Bagikan Masker

Senin, 7 September 2026 - 19:24 WIB

Fajar Paper Siapkan Fasilitas Pengolahan Limbah, Aktivitas Truk Bakal Ditata

Senin, 7 September 2026 - 16:20 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Bekasi, Tri Adhianto Minta Warga Waspada

Kamis, 3 September 2026 - 16:56 WIB

Video CCTV Lift Viral, Eks Caleg Jabar VII Siapkan Langkah Hukum

Rabu, 2 September 2026 - 22:44 WIB

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Tri Adhianto Tekankan Kualitas Pelayanan

Berita Terbaru

Pengunjung melihat produk dan teknologi industri yang dipamerkan dalam GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (9/9/2026). Pameran ini diikuti lebih dari 260 eksibitor dari 19 negara dan menampilkan berbagai solusi teknologi untuk industri logam dan manufaktur.

Jakarta

GIFA Indonesia dan METEC Indonesia 2026 Resmi Dibuka

Rabu, 9 Sep 2026 - 12:23 WIB