Awas, Kenali Dulu Siklus Dalam Bertani Mangga

- Redaksi

Minggu, 3 Juni 2018 - 19:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com, Cirebon – Pertanian mangga menjadi primadona bagi masyarakat pedesaan di Provinsi Jawa Barat, tidak terkecuali masyarakat Desa Belawa Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon, di mana terdapat lahan pertanian seluas 150 hektar mangga yang merupakan milik masyarakat.

Menurut salah seorang petani mangga, Adi Tuyi (40) mengatakan bahwa bertani mangga tidaklah sulit. Namun perlu diketahui jika ingin berhasil dalam bertani mangga, harus memahami merawat pohon mangga. Yakni dengan cara memberikan pupuk dan obat semprot mangga mulai dari mekarnya bunga, hingga waktu mangga siap petik selama 3 bulan secara intens.

“Bertani mangga itu tidaklah sulit, cukup memahami siklus dan cara merawat pohon mangga,” jelasnya saat ditemui awak media di lahan pertanian mangga seluas 1 hektar di Blok Cikembang Desa Belawa, Kabupaten Cirebon, Minggu (3/6).

Masih menurut Tuyi, untuk siklusnya sendiri terjadi setiap 3 tahun, yaitu akan terjadi kejenuhan pada pohon mangga dalam berbuah. Sehingga hasil yang diperoleh setiap tahunnya akan berbeda-beda. Seperti yang terjadi pada lahan miliknya seluas 1 hektar yang biasa memperoleh hasil 20 ton buah mangga pertahunnya.

Untuk tahun ini, menurutnya, dilihat dari buah mangga yang tidak merata pada setiap pohonnya, maka diperkirakan hanya mendapatkan buah mangga 14 ton pertahun.

“Untuk tahun ini hasil mangga menemui siklus yang kurang baik, terjadi kejenuhan pada pohon setiap 3 tahun,” tuturnya.

Ditambah Tuyi, perlu modal yang lumayan untuk bertani mangga, dari lahan satu hektar yang terdapat 150 pohon mangga dengan jarak 6 meter setiap pohonnya, maka diperlukan obat perangsang mangga sebanyak 6 liter dengan harga Rp 600 ribu perliternya. Sedangkan untuk obat pupuk ZA, Urea, dan lainnya sekitar 8 Kuintal. Sedangkan untuk obat semprotnya sendiri menghabiskan 25 Juta perhektar.

Baca Juga :  Dudi Bahrudin: Alasan PPn itu Bohong!

Selain itu, perlu modal yang lumayan untuk 2 hektar miliknya menghabiskan biaya Rp 35 juta untuk obat pupuk dan obat semprot. Walaupun tidak mencapai target, namun tidaklah merugi.

“Karena dengan hasil sekitar 14 ton buah mangga hasil dari penjualan dengan harga dikisaran 10.000/Kg, masih mendapatkan 140 juta dikurangi biaya obat 25 juta dan biaya tenaga kerja 9 juta salama 3 bulan, masih terdapat surplus,” pungaksnya.(Ymd/RJN)

Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
BBWS Cimancis Salurkan 15.000 Liter Air ke Sawah Terdampak Kekeringan di Cirebon

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Komunitas Honda Tembus 50.000 Anggota, Pesta Besar Digelar 7 November

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Jumat, 9 Oktober 2026 - 19:07 WIB

Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur

Berita Terbaru

Direktur Ekosistem Media pada Direktorat Jenderal Komunikasi Publik dan Media Komdigi, Farida Maharani.

Bogor

Komdigi: Takedown Konten Medsos Tak Bisa Sembarangan

Rabu, 4 Nov 2026 - 22:24 WIB

Bekasi

CCEP Pasang PLTS Atap di Bekasi, Pangkas Emisi Karbon

Rabu, 4 Nov 2026 - 22:03 WIB

Assistant IT Manager Harper Cikarang, Okky Sadewo Saktiadi (kedua dari kiri), bersama perwakilan Archipelago Hotels menunjukkan penghargaan yang diraih dalam ajang Annual IT Conference 2026 di Hotel NEO Kota Baru Parahyangan, Jawa Barat, 26–28 Oktober 2026. FOTO: DOK. HARPER CIKARANG.

Bandung

Harper Cikarang Raih Dua Penghargaan IT Conference 2026

Rabu, 4 Nov 2026 - 21:55 WIB