KABUPATEN BEKASI – Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP Indonesia) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap berkapasitas 1,4 megawatt peak (MWp) di fasilitas produksi Bekasi-2 Plant. Proyek ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan penggunaan energi terbarukan dan menekan emisi karbon dari kegiatan operasional.
PLTS Atap yang dikembangkan bersama PT Cikarang Listrindo Tbk tersebut dipasang di area seluas 9.669 meter persegi. Berdasarkan keterangan perusahaan, fasilitas ini diproyeksikan mampu mengurangi emisi hingga 1,89 ton CO₂e per tahun.
Peresmian tersebut menambah implementasi energi surya di fasilitas produksi CCEP Indonesia. Perusahaan menyatakan langkah ini sejalan dengan komitmen memperluas penggunaan energi terbarukan sekaligus mendukung percepatan dekarbonisasi sektor industri di Indonesia.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengapresiasi keterlibatan sektor swasta dalam mendukung transisi energi nasional.
Menurut Eniya, pencapaian target transisi energi membutuhkan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, termasuk perusahaan manufaktur dan penyedia solusi energi terbarukan.
“Pencapaian target transisi energi membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Eniya.
Sementara itu, Public Affairs, Communications, & Sustainability Director CCEP Indonesia, Dhedy Adi Nugroho, mengatakan pemasangan PLTS Atap di Bekasi-2 Plant merupakan bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun operasional yang lebih berkelanjutan.
Ia menilai kolaborasi dengan mitra menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas pemanfaatan energi terbarukan dan mempercepat pengurangan emisi karbon.
PT Cikarang Listrindo Tbk berperan dalam mendukung pengembangan dan penyediaan solusi PLTS Atap di fasilitas produksi tersebut. Kerja sama ini menjadi contoh kolaborasi antara sektor manufaktur dan penyedia energi untuk mendorong penggunaan energi yang lebih rendah karbon.
Selain peresmian fasilitas PLTS Atap, kegiatan tersebut juga diisi diskusi bertema “Akselerasi Transisi Energi melalui Kolaborasi Industri dan Penyedia Solusi Energi untuk Industri Berkelanjutan”. Forum ini mempertemukan perwakilan pemerintah, pelaku industri, dan pemangku kepentingan untuk membahas percepatan pemanfaatan energi terbarukan di Indonesia.
Di Indonesia, CCEP mengoperasikan lima fasilitas manufaktur di Sumatera dan Jawa, dengan lebih dari 2.500 karyawan. Perusahaan juga mendistribusikan produknya ke lebih dari 400.000 gerai di seluruh Indonesia.
(*)






















Komentar
Silakan login untuk berkomentar.