18 Korban Kekerasan Seksual, 2 Diantaranya Hamil

- Redaksi

Sabtu, 3 Juni 2017 - 14:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🎯 Promosikan Bisnis Anda di rakyatjabarnews.com
Hubungi Kami !

RakyatJabarNews.com – Tingginya kasus kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Cirebon, menunjukkan pentingnya pengawasan yang dilakukan orang tua dan pihak sekolah terhadap anak-anaknya.

Pasalnya, para pelaku kekerasan seksual terhadap anak akan melakukan berbagai upaya, agar niat bejatnya itu tercapai.

Hal itu dikemukakan Wakapolres Cirebon, Kompol Wadi Sa’bani saat gelar perkara sejumlah kasus kriminal di wilayah hukum Polres Cirebon, Jumat (2/6).

Menurutnya, berdasarkan data yang dimiliki Polres Cirebon sejak Januari-Juni 2017, kasus asusila dengan korban anak-anak di bawah umur tercatat ada 16 kasus, dengan jumlah korban mencapai 18 orang anak perempuan dan laki-laki. Dua di antara korban anak perempuan, bahkan diketahui sudah hamil.

“Korban semuanya 18 orang, seluruhnya anak-anak, baik perempuan maupun laki-laki. Dua korban perempuan sampai hamil dan korban yang terkecil anak kelas 1 SD,” kata Wadi kepada awak media.

Ia pun mengimbau agar orang tua dan pihak sekolah melakukan pengawasan kepada anak-anaknya, karena pelaku melakukan berbagai cara dalam melakukan aksi kejahatannya.

“Dari kasus yang ada, kami melihat ada tiga modus yang digunakan pelaku. Pertama memacari korbannya terlebih dahulu, kedua dengan cara mengiming-imingi korban di antaranya dengan uang jajan, dan ketiga dengan cara atau modus mencekoki korban dengan minuman beralkohol agar hilang kesadaran, sebelum disetubuhi atau dicabuli,” katanya.

Menurutnya, kasus pencabulan di wilayah hukum Polres Cirebon hampir merata di setiap wilayah. Ia pun meminta agar Pemerintah Kabupaten Cirebon serius menyikapi fenomena tersebut. Pemerintah pun diharapkan lebih maksimal dalam melakukan penangganan, pendampingan, pembinaan, dan sosialisasi atas bahaya kejahatan seksual terhadap anak.

Para pelaku asusila dengan korban di bawah umur dijerat Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. “Kami konsen ke penegakan hukum. Melalui petugas binmas, kami pun melakukan penyuluhan,” katanya.

Sementara itu, pendamping dari Woman Crisis Center (WCC) Mawar Balqis Cirebon, Lutfiyah Handayani menilai, layanan untuk korban kekerasan terhadap anak oleh Pemkab Cirebon belum optimal. Tak hanya itu, selama ini rehabilitasi terhadap pelaku dan korban agar tidak mengulangi perbuatannya, belum ada.

“Dalam kasus kekerasan seksual seperti sodomi, 90 persen pelaku dulunya merupakan korban,” kata Lutfiyah.

Ia pun mendorong Pemkab Cirebon menyusun Peraturan Daerah dan Peraturan Bupati tentang Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Anak maupun Perempuan, sehingga ada penangganan yang lebih serius dari intasi terkait. (Dul/RJN)

Baca Juga :  Camat Karangsembung Terjerat Kasus, Panwaslu Kabupaten Cirebon Siap Pidanakan ASN yang Tidak Netral
Follow WhatsApp Channel rakyatjabarnews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon
16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal
Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa
Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon
Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan
Air Ciremai Jadi Sorotan, Aktivis Ingatkan Dampak Geotermal bagi Cirebon Timur
Bisri: Putusan MK Tegaskan Gibran Sah, Polemik Ijazah Dinilai Bermotif Politik
Geotermal Ciremai Ditolak, Hamzaiya Ingatkan Cirebon Timur Tak Abaikan Lingkungan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Parlemen Bayangan Soroti Lemahnya Pengawasan MBG Usai 400 Siswa Diduga Keracunan di Cirebon

Rabu, 21 Oktober 2026 - 21:41 WIB

16 Orang Diamankan, Polda Metro Jaya Bongkar Dua Lokasi Produksi Obat Keras Ilegal

Minggu, 18 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Pokdarwis Kuya Asih Perkuat Promosi Digital Wisata Belawa

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:28 WIB

Babarik Kanci Bertahan di Era Modern, Tradisi Leluhur Satukan Warga Cirebon

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:57 WIB

Polri Gerebek Kampung Ambon dan Boncos, 24 Orang Diamankan

Berita Terbaru